Kabupaten Malang, blok-a.com – Satlantas Polres Malang mencatat ada sebanyak 28 kejadian kecelakaan yang terjadi di Kabupaten Malang, selama 15 hingga 28 Juli 2024. Angka tersebut meningkat jika dibandingkan dengan pelaksanaan Operasi Patuh Semeru tahun 2023.
Kasi Humas Polres Malang, Ipda Dicka Ermantara menerangkan, angka kematian akibat kecelakaan selama operasi semeru 2024 menurun dratis dibandingkan tahun sebelumnya.
“Angka fatalitas, artinya yang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas turun drastis. Pada operasi patuh semeru 2024 ada satu korban meninggal dunia, sedangkan tahun 2023 ada enam korban meninggal dunia,” kata Dicka saat dikonfirmasi, Rabu (31/7/2024).
Namun, angka kecelakaannya justru meningkat dari tahun lalu. Kendati demikian peningkatannya tidak begitu tajam, hanya sekitar 5 kejadian.
“Jumlah korban luka ringan ada 47 tahun ini. Sedangkan pada operasi tahun semeru tahun lalu ada 33 dan luka berat dua orang 2024, sedangkan di 2023 ada satu orang,” sambung Dicka.
Dari hasil operasi patuh semeru 2024, pihak kepolisian memetakan titik rawan kecelakaan, seperti di wilayah utara dan selatan Kabupaten Malang.
“Di wilayah utara lebih banyak, sepanjang jalan Lawang hingga Singosari. Lalu, di Kepanjen dari Malang – Blitar itu yang paling rawan di Sumberpucung,” tegasnya.
Lebih lanjut, Dicka menerangkan, penurunan angka kematian akihat kecelakaan di Kabupaten Malang karena masifnya kegiatan sosialisasi dan teguran yang dilakukan untuk terus menciptakan situasi lalu lintas yang aman dan nyaman.
Sosialisasi dan teguran dilakukan sebanyak 8.236 kali selama dua pekan dengan menyasar sejumlah kalangan.
Mulai dari sekolah-sekolah, komunitas pekerja pabrik hingga dengan menyebar brosur, pemasangan spanduk terkait pencegahan laka lantas hingga pembagian stiker.
“Yang jelas kami bergerak dari sisi preemtif dan preventif yakni pencegahan berupa perubahan mindset terhadap masyarakat bahwa pentingnya keselamatan lalu lintas di jalan,” pungkasnya. (ptu/bob)




