Ciri-Ciri Kawanan Terduga Begal di Kota Malang, Kompak Pakai Hoodie Hitam, Helm, dan Sepeda Motor Matic Knalpot Brong

Ciri-Ciri Kawanan Terduga Begal di Kota Malang, Kompak Pakai Hoodie Hitam, Helm, dan Sepeda Motor Matic Knalpot Brong
Lokasi Fritz dipepet oleh kawanan begal di sekitaran SMA Cor Jesu Kota Malang (blok-a/Satria Akbar Sigit)

Kota Malang, blok-a.com – Aksi pembegalan terjadi di Kota Malang. Pembegalan itu menimpa Firtz D Manafe saat pulang kerja dan dia melewati sekitaran SMA Cor Jesu Malang atau Jalan Jaksa Agung Suprapto, Kota Malang.

Untungnya aksi begal itu gagal. Firtz menggagalkannya dengan menodongkan korek berbentuk pistol. Hal ini membuat kawanan begal itu pergi.

Kini kawanan begal itu sedang dicari. Untuk itu Firtz menjelaskan ciri-ciri kawanan begal yang gagal menjadikannya korban di Kota Malang itu.

Pertama, kawanan begal yang beraksi waktu dini hari di Kota Malang itu diduga ada enam orang dan mengendarai sepeda motor berknalpot brong semua.

Sementara itu sepeda motor yang digunakan itu ada tiga, yakni warna hitam polos, hitam dengan aksen kebiruan dan warna merah putih.

“Semuanya matic brondol, dengan knalpot brong yang memekakkan telinga,” imbuhnya ke blok-a.com, Senin (15/1/2024).

Ciri-ciri lainnya adalah keenam kawanan begal itu mengenakan hoodie berwarna hitam. Para kawanan begal itu juga menggunakan helm. Wajah para pelaku begal yang gagal itu pun terlihat semua. Namun untuk ciri-ciri wajahnya, Firtz tidak bisa menghafal betul karena kondisi gelap kala itu.

“Mereka pakai hoodie hitam terus pakai helm,” kata dia.

Fritz juga menambahkan, ada satu orang dari kawanan begal itu yang secara fisik terlihat lebih dewasa daripada lainnya. Sementara sisanya dia menilai masih remaja.

“Kalau yang jelas gak ingat. Tapi ada satu orang yang terlihat lebih tua dari lainnya. Sementara yang lainnya kayaknya masih remaja,” tuturnya.

Sementara itu kronologinya terjadi pada Minggu (14/1/2024) dini hari. Kala itu jalanan sepi saat Fritz saat pulang dari kerja di Jalan Semeru. Dia pun saat lewat di tikungan dekat toko Avia terdengar riuh suara anak-anak yang diduga hendak membegalnya.

“Saya lewat saja, tapi begitu saya lewat agak jauhan riuh-riuh itu hilang dan pemuda yang ada di sana tancap gas mengendarai tiga motor jenis matic,” terangnya saat diwawancara oleh Blok-A.com pada Senin (15/1/2024).

Setelah itu, saat berada atau melewati Mapolresta Malang Kota, Fritz merasa ada yang membuntutinya secara berjajar di belakang. Setelah itu terdapat satu motor yang menyalipnya dari belakang.

Setelah menyalip, motor itu memosisikan diri tepat di depannya, seolah-olah menghalangi Fritz untuk melaju cepat.

Tidak lama kemudian, satu motor lainnya memepet Firzt hingga ke lajur kiri jalan.

“Saya hafal betul itu warna motornya, satu yang di depan itu warna hitam polos, yang memepet dari samping warna hitam dengan aksen kebiruan, dan yang di belakang itu warnanya merah putih,” jelasnya.

Ketiga motor tersebut memelankan lajunya sambil memepet Fritz hingga mereka semua berhenti di wilayah sekitar halte yang terletak di samping Cor Jesu. “Saya kira mau mengeroyok saya. Kalau Cuma duel saya berani, orang itu makanan saya sehari-hari,” tuturnya.

Namun ternyata, setelah berhenti pengendara motor yang paling depan menginstruksikan orang yang ia bonceng untuk melancarkan aksinya. “Gas, wis,” kata Fritz menirukan yang diucapkan oleh pengendara tersebut.

Tak dinyana, orang yang dibonceng tersebut mengeluarkan celurit besar dari dalam bajunya. “Langsung saya bentak keras dan ancam mereka kalau mau macam-macam,” terang Fritz.

Setelah menghadapi gertakan Fritz, ternyata para pengendara misterius tersebut kocar-kacir. Sebab, tak hanya gertakan, Fritz juga menodongkan korek yang berbentuk pistol.

Akhirnya kawanan tersebut kabur meninggalkan lokasi dan gagal menjalankan aksinya. (mg3/bob)

Exit mobile version