Kota Malang, blok-a.com – Detik-detik kebakaran warung Madura di Jalan Raya Tidar No. 2-C, Kelurahan Gading Kasri, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Selasa (22/9/2026) pagi, berlangsung cepat.
Dalam kejadian tersebut, dua orang menjadi korban. Salah satunya Tabroni, warga Kabupaten Sumenep, Madura, yang mengalami luka bakar sekitar 70 persen dan kini menjalani perawatan di RSSA.
Sementara korban lainnya, Habibie, warga Probolinggo, meninggal dunia. Habibie ditemukan di lantai dua bangunan, tepatnya di dalam bak mandi.
Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Lukman Sobikhin mengatakan, berdasarkan keterangan saksi, kebakaran diketahui sekitar pukul 08.30 WIB.
Saat kejadian, saksi Dian Irawan sedang berjaga di penginapan RedDoorz yang berada di sebelah lokasi. Tiba-tiba Tabroni berlari masuk ke penginapan dalam kondisi mengalami luka bakar.
Tabroni kemudian meminta bantuan untuk menyelamatkan Habibie yang masih berada di dalam bangunan warung.
Dalam kondisi panik, Tabroni berteriak kepada saksi.
“Tolong Habibie mas, Habibie, orange buat mie kompornya meledak, tulung mas.”
Mendengar permintaan tersebut, Dian bersama saksi lainnya, Ari Prastiawan, kemudian keluar dari penginapan untuk berusaha menolong Habibie.
Namun, saat berada di luar penginapan, keduanya melihat api sudah membesar sehingga tidak berani masuk ke bangunan yang terbakar.
“Namun ketika sudah di luar penginapan ternyata api sudah besar sehingga saksi 1 dan 2 tidak berani masuk,” kata Ipda Lukman berdasarkan keterangan saksi.
Keduanya kemudian menghubungi petugas pemadam kebakaran untuk meminta bantuan.
Sementara itu, berdasarkan keterangan UPT Damkar Kota Malang, dugaan awal kebakaran bermula dari lantai satu bangunan utama. Saat itu, Tabroni diduga sedang memasak mi.
Api kemudian diduga menyambar stok bensin yang disimpan dalam jerigen hingga membuat kobaran membesar dan merembet ke bangunan di sebelahnya. Bahkan, api turut merembet ke penginapan RedDoorz dan ruko kosong di sekitar lokasi.
Kepala UPT Damkar Kota Malang, Pandu Rizki Darmawan mengatakan, Habibie ditemukan di dalam bak mandi di lantai dua.
“Untuk korban yang meninggal, ditemukan di lantai dua ya, tepatnya di dalam bak mandi,” ujar Pandu.
Pandu menyebut Habibie diduga berusaha mencari perlindungan di dalam bak mandi. Namun, korban kemudian terjebak kepulan asap dan tidak memiliki jalur evakuasi dari lokasi tersebut.
“Yang bersangkutan mencari perlindungan di bak mandi, namun itu adalah langkah yang keliru ya, karena tidak didapati jalur evakuasi di situ. Sehingga korban terjebak dalam kepulan asap yang membuat sesak napas,” katanya.
Petugas Damkar mengerahkan lima unit kendaraan dan 15 personel. Pemadaman dimulai sekitar pukul 08.45 WIB dan selesai sekitar pukul 10.45 WIB dengan penggunaan air sekitar 32.000 liter. (bob)








