Human Error Jadi Penyebab Tertinggi Kebakaran di Kabupaten Malang Selama 2023

Kondisi rumah warga Sukun, Kota Malang yang ludes dilalap si jago merah.
Kondisi rumah warga Sukun, Kota Malang yang ludes dilalap si jago merah.

 

Kabupaten Malang, blok-a.com – Ada sebanyak 194 musibah kebakaran di Kabupaten Malang selama tahun 2023 kemarin. Penyebab kebakaranpaling tinggi yakni adanya human eror, disusul dengan konsleting listrik dan kebocoran gas.

Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran, Satpol PP Kabupaten Malang, Sigit Yuniarto mengatakan, di tahun 2023 ada peningkatan kejadian kebakaran dibandingkan tahun sebelumnya.

“Tahun 2023 ada peningkatan secara drastis. Ada sebanyak 194 kejadian kebakaran. Sedangkan pada 2022 hanya sebanyak 75 kejadian,” terang Sigit saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (22/1/2024).

Di sisi lain, Sigit mengartikan adanya kenaikan trend kejadian kebakaran ini merupakan keberhasilan dari Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) dalam mengedukasi masyarakat agar tidak sungkan-sungkan melaporkan kejadian kebakaran kepada Damkar Kabupaten Malang.

Dari catatan Damkar, dari sebanyak 194 pling banyak menimpa lahan yakni sebanyak 68 kejadian. Disusul dengan permukiman warga atau rumah yakni sebanyak 49 kejadian, selanjutnya 27 kejadian menimpa industri.

Sementara itu, wilayah paling besar terjadi kejadian kabekaran yakni Kecamatan Pakis dan Singosari. Keduanya wilayah tersebut, masing-masing sebanyak 16 kejadian.

“Untuk penyebabnya paling banyak karena perembetan api, artinya di setiap ada api itu merupakan sumber kebakaran. Tentu saja hal ini juga kebanyakan dari faktor kelalaian manusia,” bebernya.

Sigit menyampaikan, dari kejadian sebanyak 194 selama tahun 2023, masyarakat menanggung kerugian materiil mencapai Rp21 miliar.

Selain kerugian meteriil, kebakaran yang terjadi selama 2023 juga menyebabkan timbulkan korban jiwa.

“Kebakaran di Gondanglegi, satu orang meninggal dunia nenek nenek. Orangnya memang sudah tua dan tinggal sendirian. Satunya terjadi di Kecamatan Bantur, di sini, kami baru mendapatkan laporan keesokan harinya. Artinya tidak ada yang melapor saat itu juga,” pungkasnya. (ptu/bob)

Exit mobile version