Kabupaten Malang, blok-a.com – Suasana berkabung masih menyelimuti rumah duka ibu dan anak yang jadi korban tewas kecelakaan tunggal mobil masuk jurang di Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang.
Rumah duka korban berada di Desa Gondanglegi Wetan, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang pada Selasa (14/5/2024).
Ibu dan anak tersebut yakni Sulimah (57) dan Moch Mushili Irvani (33), keduanya merupakan warga Jalan Hayam Wuruk RT 01/ RW 01, Desa Gondanglegi Wetan, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang.
Mereka merupakan dua dari empat korban yang meninggal dunia akibat kecelakaan yang terjadi di jurang kawasan Taman Nasional Bromo Tenger Semeru (TNBTS), Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, pada Senin (13/5/2024).
Perlu diketahui, korban yang meninggal dunia atas peristiwa tersebut yakni Sulimah (57), Mushili Iravani (33), Tutik Kuntiarini (51) dan pengemudi atas naman Imriti Yasin (51).
Sementara itu, lima korban lainnya mengalami luka-luka dan dirawat di rumah sakit Dokter Soepraoen Kota Malang. Mereka yakni Siti Aminah (30), Fatin (33), Nafila Syakira (8), Naika Salsabila (6) dan Nafis Muhammad Rafif (7).
Suami Sulimah, Suhadak menerangkan, ia baru saja menyelenggarakan pesta pernikahan putri keduanya, Ely bersama seorang lelaki yang berasal dari Lumajang, Jawa Timur.
Pernikahan tersebut juga diselenggarakan di Kecamatan Gondanglegi yang juga sebagai rumah duka, pada satu minggu yang lalu.
Usai melaksanakan pernikahan di pihak mempelai perempuan, sambung Suhadak, keluarga mempelai perempuan kemudian berkunjung ke rumah menpelai laki-laki untuk melaksanakan acara unduh mantu.
“Saya kan unduh mantu ke Lumajang Kota, kebetulan saya langsung pulang. Istri saya mampir ke rumah orang taunya, nginep setelah ashar pulang,” jelas Suhadak saat ditemui di rumah duka, Selasa (14/5/2024).
Ia menerangkan, sang istri bersama anak pertamanya Mushili Irvano (33) dan enam korban lainnya mengendarai Fortuner yang terlibat kecelakaan. Di dalamnya, terdapat Imriti Yasin Ali Rahbini (51) dan juga Tutik Kuntariani (51) yang juga korban tewas di lokasi kejadian.
Selain itu, terdapat lima korban lainnya yang merupakan anak dan cucu dari korban Imirti dan juga Tutik Kuntariani. Kelima korban mengalami luka-luka dan tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Dokter Soepraoen, Kota Malang.
“Tujuannya ngantar (unduh mantu), kami memang sudah dekat seperti keluarga. Kalau Bu Tutik rumahnya dekat sini, dia bersama anaknya Hafis,” jelasnya.
Disinggung terkait kronologis kejadian, ayah dua anak tersebut tidak mengetahui secara pasti apakah kecelakaan tersebut merupakan kecelakaan tunggal atau lain sebagainya.
“Terakhir saya kontak istri saya memanggil saja, terus ke Mbak Im (Imirti) tapi yang angkat telfon kok orang laki-laki. Setelah itu saya langsung ke rumah sakit di Tumpang,” pungkasnya.
Dari pantauan Blok-a.com di lapangan, situasi rumah duka masih cukup ramai sanak saudara yang silih berganti berdatangan untuk takziah. (ptu)




