Istri Pelaku Mutilasi di Sawojajar Dikabarkan Tak Kuat Menahan Rahasia Kelakuan Suaminya Selama 3 Bulan

Istri Pelaku Mutilasi di Sawojajar Dikabarkan Tak Kut Menahan Rahasia Kelakuan Suaminya Selama 3 Bulan
Istri Pelaku Mutilasi di Sawojajar Dikabarkan Tak Kut Menahan Rahasia Kelakuan Suaminya Selama 3 Bulan

Kota Malang, blok-a.com – Pelaku mutilasi di Sawojajar Kota Malang, Abdurahman akhirnya tertangkap setelah tiga bulan aksinya belum terungkap oleh polisi.

Selama tiga bulan itu, istri pelaku mutilasi di Sawojajar Malang Abdurahman diketahui warga resah. Diduga istrinya mengetahui aksi keji suaminya dan diam selama tiga bulan itu.

Salah satu warga sekitar Subkhan menjelaskan, dugaan tersebut muncul karena semakin hari tubuh istri pelaku semakin kurus.

Akhirnya karena tidak kuat menahan rahasia kelakuan suaminya, istrinya melapor ke polisi. Hal ini diduga menjadikan polisi menangkap Abdurahman.

Penangkapan Abdurahman sendiri dibarengi dengan pengamanan mobil Toyota Rush yang dibawa ke Polsek Kedungkandang. Beberapa hari mobil itu tidak diketahui milik siapa dan terparkir di sekitar kos Abdurahman dan istri.

Diduga kuat mobil itu adalah milik korban berinisial AP pengusaha kafe di Kota Batu asal Surabaya.

“Tidak lama kemudian di grup WA warga RW 03 Kelurahan Sawojajar ada informasi tanpa pemilik. Mobil Toyota Rush dengan nomor polisi L 1465 JK tersebut itu terparkir di Jalan Raya Sawojajar dan sudah beberapa hari tidak ada yang mengambil,” imbuh dia.

Setelah mobil itu diamankan, Abdurahman pun juga diamankan polisi pada Kamis (4/1/2023) malam hari. Abdurahman beserta istri diamankan dari rumah kos yang ditinggali lima tahun terakhir.

“Kemudian, Kamis (4/1/2023) malam itu ramai orang di kampung, kalau Rahman (Abdurahman) ini ditangkap polisi. Saat itu Rahman dan istrinya terlihat dibawa petugas,” terangnya.

Sementara itu, Wakasatreskrim Polres Malang Kota, AKP Nur Wasis menjelaskan, polisi sempat tidak menemukan petunjuk bahwa Abdurahman melakukan mutilasi terhadap AP.

Pada 15 Oktober 2023, polisi sempat ke kos yang ditinggali Abdurahman. Polisi bertanya ke sejumlah tetangga dan sempat mengamanlan tukang pijat itu. Tapi karena tidak ada bukti yang kuat, akhirnya Abdurahman dilepas tanpa aksinya terendus polisi.

Tanggal 15 Oktober 2023 itu polisi mencoba ke rumah itu karena pada waktu yang sama ada laporan orang hilang berinisial AP.

“Beberapa kurun waktu tertentu, kami mendapatkan informasi dan mendapatkan suatu petunjuk bahwa ada seseorang pada bulan yang sama melakukan pembunuhan di rumahnya. Namun informasi itu belum cukup, sehingga kami melakukan pendalaman,” ungkapnya.

Sebagai informasi, Abdurahman diduga melakukan mutilasi dengan mencincang korbannya.

Setelah memotong tubuh korban di kamar kos itu, Abdurahman membuang potongan tubuh korban di dua tempat berbeda.

Pertama adalah dibuang di sungai. Potongan tubuh yang dihanyutkan di sungai itu dibuang dengan dibungkus kasur.

Sementara potongan tubuh lainnya dikubur dan kini sudah ditemukan, yakni tengkorak, telapak kaki dan tangan.

Abdurahman pun kini sudah diamankan dan mengakui perbuatannya di hadapan polisi. (ags/bob)

Exit mobile version