Pasca Sosialisasi Penertiban, Kini Trotoar di Kayutangan Heritage Bersih dari PKL

Pasca Sosialisasi Penertiban, Kini Trotoar di Kayutangan Heritage Bersih dari PKL
Trotoar di koridor Kayutangan Heritage nampak lengang tidak ada PKL, Rabu (28/2/2024) malam kemarin (blok-a/Satria Akbar Sigit)

Kota Malang, Blok-a.com – Trotoar Kayutangan Heritage Kota Malang kini sudah tidak lagi diijinkan menjadi tempat para pedagang kaki lima (PKL) untuk berjualan dagangan mereka. Tidak hanya itu, kafe-kafe yang terletak di kawasan tersebut juga dilarang menaruh bangku di trotoar depan gerai mereka.

Penertiban ini sendiri sesuai Perda Kota Malang Nomor 2 tahun 2012 tentang Ketertiban Umum dan Lingkungan.

Dalam Perda tersebut, diterangkan bahwa PKL dilarang berjualan di Kayutangan Heritage dan tempat umum lainnya seperti jalan, trotoar, dan jalur hijau. Hal ini untuk menjaga ketertiban, keindahan, dan kenyamanan kawasan. PKL yang melanggar dapat dikenakan sanksi.

Beberapa operasi gabungan juga telah dijalankan untuk memastikan bahwa pelarangan tersebut berjalan sesuai peraturan. Lalu bagaimana dengan keadaan wilayah itu sekarang?

Untuk mengetahui kondisi lapangan di Kayutangan Heritage, Blok-A.com melakukan pemantauan lapangan pada hari Rabu (28/2/2024) malam.

Fakta pertama yang ditemukan adalah sepanjang trotoar kawasan Kayutangan Heritage baik di sisi timur maupun barat memang sudah tidak ada lagi pedagang kaki lima, asongan, dan pengamen yang dulunya kerap kali ditemukan. Kini pemandangan yang memenuhi tempat pejalan kaki itu tiada lagi.

“Sudah tidak boleh, sama Satpol PP yang jualan di trotoar sudah diberitahu tidak boleh lagi berjualan di sana. Kalau ngotot disita dagangannya,” tutur Mahmud, warga perkampungan Kayutangan yang juga berjualan es di sana.

Kini, para pedagang masih diperbolehkan untuk mencari rezeki di sana. Namun, dari himbauan yang diterima oleh warga, baik barang dagangan maupun banner promosi dagangan mereka tidak diperbolehkan untuk diletakkan di atas trotoar.

“Ini banner saya kan di depan (di trotoar), kata satpolnya disuruh agak mundur ke depan gang. Jadi sudah steril ini semua (trotoar),” terang Mahmud.

Begitu pula dengan pedagang yang tidak melapak di atas trotoar seperti yang ditemukan di depan Plaza Telkom dan Pertokoan Kayutangan. Mereka tidak terdampak oleh pelarangan itu karena mereka tidak menggunakan trotoar untuk berjualan.

“Kalau di sini, memang boleh, Mas. Yang tidak boleh yang barang sama kursinya ditaruh di atas trotoar saja,” terang Sukri, pedagang bakso yang mangkal di depan Plaza Telkom.

Yang menarik, masih terdapat beberapa pengamen dengan settingan lengkap seperti sound system dan peralatan music elektrik yang masih diperbolehkan untuk menggelar lapak di kawasan Kayutangan Heritage. (mg1/bob)

Exit mobile version