Kota Malang, blok-a.com – Polisi membeberkan kronologi dan penyebab kecelakaan yang memakan satu korban tewas di Jalan Panglima Sudirman atau sisi barat Lapangan Rampal Kota Malang, Jumat (24/11/2023).
Kecelakaan di jalan raya sisi barat Lapangan Rampal Kota Malang ini melibatkan Sepeda Motor Honda Beat N 5833 BAA dan juga Truk Tronton W 9851 UR bermuatan pasir.
Kecelakaan itu bermula dari sepeda motor Honda Beat yang dikendarai Navy (26) dan membonceng putrinya Bintang (11). Keduanya adalah warga Jalan Gadang XI B Kelurahan Gadang Kecamatan Sukun Kota Malang.
Sepeda motor Honda Beat itu berjalan dari arah selatan ke utara.
“Kejadian sekitar pukul 14.30 Wib, Jumat ( 24/11/2023 ) di
Jalan Panglima Sudirman depan eks kafe Bale Barong Kelurahan Kesatrian Kecamatan Blimbing Kota Malang,” kata Kanit Gakkum Satlantas Polresta Malang Kota, Ipda Isrofi, Jumat (24/11/2023).
Setelah di lokasi kala itu hujan mengguyur. Navy waktu itu diduga kurang konsentrasi. Sehingga saat melakukan pengereman ban depan terjadi selip.
Sehingga diduga penyebab kecelakaan itu adalah karena pengendara kurang konsentrasi sehingga terjadi ban selip.
” Sesampai di lokasi diduga Navy dalam mengendarai motornya kurang konsentrasinya dan saat melakukan pengereman depan ban mengalami selip yang saat itu kondisi hujan deras,” kata dia.
Saat mengalami selip pada ban depan, sepeda motor Honda Beat itu terjatuh ke sebelah kiri jalan. Navy juga sama, dia terjatuh ke kiri jalan.
Nahasnya, sang anak terjatuh ke kanan jalan. Saat terjatuh ke kanan jalan, anak Navy yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) itu terlindas truk tronton yang melaju dari arah selatan ke utara.
Truk tronton itu dikendarai oleh S Tofa (56) warga Kecamatan Jabon Kabupaten Sidoarjo.
“Nahasnya, saat bocah perempuan ini terjatuh ke kanan jalan dan langsung masuk ke dalam kolong truk tronton muatan pasir hitam yang berjalan searah dari selatan ke utara. Akibatnya tubuh mungil korban terlindas ban truk hingga tewas di lokasi,” jelasnya.
Setelah itu, Unit Gakkum Satlantas Polresta Malang Kota bersama tim medis berjibaku mengevakuasi jenazah korban yang berlangsung cukup dramatis, karena posisinya masih terjepit ban doble truk.
“Petugas sampai menggunakan dua Forklift untuk mengangkat truk dan mengevakuasi jenazah korban,” jelasnya.
Evakuasi itu pun berlangsung satu jamlebih, yakni mulai pukul 14.45 hingga pukul 16.00. Setelah berhasil evakuasi, jenazah langsung dilarikan ke kamar jenazah RSSA Malang untuk visum.
“Untuk kedua kendaraan yang terlibat sementara diamakan untuk barang bukti penyelidikan lebih lanjut,” tutupnya. (bob)




