Kabupaten Malang, blok-a.com – Pemerintah Desa (Pemdes) Dalisodo, Kecamatan Wagir, menggelar pertemuan bersama para tokoh masyarakat dan warga guna menindaklanjuti kasus dugaan penganiayaan berujung meninggalnya seorang kakek berinisial K (60) yang diduga dianiaya oleh anak dan cucunya di Dusun Bedali. Pertemuan berlangsung pada Selasa (14/10/2025) dan turut dihadiri oleh Kapolsek Wagir, AKP Sutiadi, serta adik terduga pelaku AT (37), Niken Krisdianti, yang datang bersama suaminya, Veren.
Kepala Desa Dalisodo, Suprapto, menyampaikan bahwa pertemuan ini bertujuan untuk mengklarifikasi berbagai isu dan laporan yang beredar di tengah masyarakat. Ia mengaku menerima banyak keluhan warga yang menilai kematian K mengandung unsur kekerasan.
“Karena ini gejolak di masyarakat kami, semua sudah panas ya. Ada gejolak yang timbul, bahkan sempat mau ada gerakan atau unjuk rasa ke Polsek kalau masalah ini tidak segera ditindaklanjuti,” ujar Suprapto.
Suprapto menambahkan, pihaknya langsung berkoordinasi dengan kepolisian untuk mencari solusi dan menenangkan warga. Pemerintah desa pun menginstruksikan kepala dusun (kasun) untuk membantu mengondisikan wilayah dan mengumpulkan informasi lapangan.
“Kami keliling ke dusun-dusun, mendengar langsung dari masyarakat. Para kasun kami minta ikut bertanggung jawab mengondisikan warganya,” imbuhnya.
Ia berharap, kasus ini segera menemukan titik terang agar tidak muncul saling curiga di antara warga Dalisodo.
“Harapan kami agar kasus ini segera terang dan tidak timbul kecurigaan di masyarakat,” tuturnya.
Dalam hasil pertemuan tersebut, masyarakat akhirnya sepakat untuk melaporkan dugaan penganiayaan itu ke kepolisian. Suprapto menyebut, warga ingin agar proses hukum berjalan terbuka dan transparan.
“Masyarakat semua ingin proses hukum ini terbuka. Karena menurut keterangan banyak warga, kejadian ini bukan yang pertama kali,” tegasnya.
Sementara itu, Kapolsek Wagir AKP Sutiadi memastikan pihaknya siap menindaklanjuti laporan yang disampaikan oleh pemerintah desa bersama warga.
“Tindak lanjutnya, pertama warga membuat pernyataan untuk melaporkan ke Polres Malang. Setelah laporan resmi dari keluarga korban dan perangkat desa masuk, baru kami akan melakukan penyelidikan,” jelasnya.
Di sisi lain, Niken Krisdianti, adik terduga pelaku sekaligus anak dari korban, membantah tudingan penganiayaan yang dialamatkan kepada kakaknya. Ia menegaskan bahwa ayahnya meninggal karena sakit, bukan akibat kekerasan.
“Saya coba meluruskan, ayah saya tidak dianiaya oleh kakak saya. Tidak dicekik, tidak ditempeleng. Ayah saya meninggal karena tekanan darah tinggi dan serangan jantung,” kata Niken.
Ia membenarkan bahwa memang sempat terjadi pertengkaran di dalam keluarga, namun bukan antara ayah dan kakaknya, melainkan antara dirinya dengan kakaknya.
“Ayah saya itu justru memisahkan kami. Namanya ayah, kalau anaknya bertengkar, pasti ingin melerai,” ujarnya. (yog/bob)




