Waspada Cuaca Ekstrem, BMKG Juanda Ingatkan Potensi Bencana di Kabupaten Malang

Hujan lebat disertai angin kencang melanda kawasan Kecamatan Sukun Kota Malang, sekitar pukul 15.25 Wib , Rabu (21/2/2024) sore hari.
Pohon tumbang di wilayah Kecamatan Sukun Kota Malang saat hujan deras dan angin kencang, Rabu (21/2/2024) (blok-a/Agus)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan melanda sejumlah wilayah di Jawa Timur, termasuk Kabupaten Malang, pada periode 26 Maret hingga 4 April 2026.

Kepala BMKG Juanda, Taufiq Hermawan, mengungkapkan dalam masa peralihan musim hujan ke kemarau, potensi cuaca ekstrem justru meningkat dan perlu diwaspadai masyarakat.

“Diprakirakan dalam 10 hari ke depan akan terjadi peningkatan cuaca ekstrem yang berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat,” ujar Taufiq dalam rilis resminya, Jumat (27/3/2026).

Ia menambahkan, kondisi tersebut berpotensi memicu berbagai bencana hidrometeorologi seperti hujan sedang hingga lebat, banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, hingga hujan es.

Menurutnya, ada sejumlah faktor yang memicu kondisi ini. Mulai dari gangguan atmosfer berupa Gelombang Rossby dan Gelombang Kelvin yang melintasi Jawa Timur, hingga suhu muka laut yang meningkatkan aktivitas penguapan, terutama di wilayah Selat Madura.
Selain itu, keberadaan Siklon Tropis Narelle di Samudera Hindia juga memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca di Jawa Timur.

“Dampak tidak langsung dari Siklon Tropis Narelle serta kondisi atmosfer yang labil turut mendukung pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, yang dapat disertai petir dan angin kencang,” tambahnya.

BMKG juga mencatat, berdasarkan analisis angin pada ketinggian 3000 feet, angin dominan bertiup dari arah barat dengan adanya pola pertemuan angin (konvergensi) di wilayah Laut Jawa, yang semakin memperkuat potensi terbentuknya awan hujan.

Taufiq mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah dengan topografi curam seperti Kabupaten Malang, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana.

Masyarakat juga diminta untuk terus memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG, baik melalui website, media sosial, maupun layanan informasi yang tersedia, guna mengantisipasi perubahan cuaca yang dapat terjadi secara tiba-tiba.

“Wilayah dengan topografi curam atau tebing diharapkan lebih waspada terhadap dampak seperti tanah longsor, banjir bandang, jalan licin, pohon tumbang serta berkurangnya jarak pandang,” pungkasnya. (yog)

Exit mobile version