3 Nama Rebutan Maju Jadi Calon Walikota Malang Lewat PKB

Abah Anton Daftar Bakal Calon Wali Kota Malang Lewat PKB
Abah Anton Daftar Bakal Calon Wali Kota Malang Lewat PKB

Kota Malang, blok-a.com – DPC PKB Kota Malang mengaku sudah mendapatkan tiga nama yang mendaftar sebagai bakal calon Walikota (bacawali) Malang untuk kontestasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024 nantinya.

Selain yang terbaru mantan Wali Kota Malang, Abah Anton, juga terdapat dua nama lainnya yang sudah mendaftar sebagai Bacawali Kota Malang dari PKB, yakni Muhammad Aris dan juga Imam Supandi

Hal ini disampaikan oleh Jubir Desk Pilkada DPC PKB Kota Malang Muhammad Anas Muttaqin pada Senin (29/4/2024).

“Kemarin pendaftar pertama Pak Muhammad Aris juga ada pak Imam Supandi backgroundnya pendidik. Abah anton pendaftar ketiga di DPC PKB,” terangnya saat diwawancara awak media seusai proses pendaftaran Abah Anton ke Kantor DPC PKB Kota Malang.

Antusiasme nama-nama pendaftar calon walikota tersebut disambut positif oleh DPC PKB Kota Malang. Anas mengatakan bahwa partainya tidak akan membedakan antara kandidat satu dengan lainnya.

“Semua pendaftar akan kita perlakukan sama, tidak ada yang dilebihkan salah satu atau dikurangi salah satu,” terangnya.

Namun karena PKB ‘hanya’ mendapatkan 8 kursi di DPRD Kota Malang, partai ini tidak dapat mengusung sendiri calon N1 dan memerlukan koalisi dengan partai lain hingga terpenuhi kuota 20 persen dari jumlah dewan yang duduk di DPRD Kota Malang.

Jumlah dewan yang duduk di DPRD Kota Malang sendiri berjumlah 45 orang, sehingga Setidaknya PKB berkoalisi dengan partai pemilik satu kursi lagi hingga tercapai kuota 20 persen tersebut sebanyak 9 kursi.

“Kami aktif berkomunikasi dengan pihak-pihak luar, karena ya itu tadi untuk memenuhi kuota pencalonan yang 20 persen. Kami juga menghimbau para calon untuk aktif berkomunikasi dengan partai-partai yang berpotensi menjadi pengusung lainnya,” ujarnya.

Sementara itu Ketua DPC PKB Kota Malang Fatchullah mengatakan partainya sendiri sudah melakukan komunikasi intens dengan pihak lain demi mencukupi kuota tersebut.

“PKB hanya 8, kurang 1 kursi untuk memenuhi persyaratan 20 persen kuota sehingga untuk memenuhi persyaratan tersebut harus komunikasi intens dengan partai lain,” tuturnya.

Untuk saat ini, pihaknya juga tengah mengamati peta politik di Kota Malang dan memantau bagaimana pergerakan politik pihak-pihak lainnya agar tidak salah langkah dan dapat sukses dalam pilkada 2024.

“Tinggal menunggu peta politik dan teman-teman koalisi sehingga tidak kesulitan melengkapi jumlah 20 persen,” ujarnya.

Exit mobile version