Kabupaten Malang, blok-a.com – Tingkat partisipasi masyarakat Kabupaten Malang terbilang cukup tinggi pada Pemilu 2024. Dari data KPU Kabupaten Malang, pemilih yang hadir ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) mencapai 81,15 persen.
Kendati demikian, jumlah pemilih yang tidak memilih wakil rakyat Kabupaten Malang alias Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) juga cukup besar.
Hal tersebut terbukti selsih dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 2.054.178 orang dan jumlah Daftar Pemilih Khusus (DPK) sebanyak 13.824 orang dan jumlah pengguna suara DPRD Kabupaten Malang hanya 1.677.835 orang.
Sehingga sisanya, yakni sebanyak 390.167 orang diketahui tidak menggunakan hak suaranya untuk memilih DPRD Kabupaten Malang.
Perlu ditehui, angka partisipasi Pemilu 2024 masyarakat di Kabupaten Malang terendah berada di daerah pilih (Dapil) 4, yakni meliputi Kecamatan Kalipare, Sumberpucung, Pakisaji, dan Ngajum.
Di dapil tersebut, terdapat DPT sejumlah 279.993 orang dan DPK sejumlah 1.674 orang. Sedangkan, pengguna suaranya hanya berjumlah 217.624 orang. Sehingga, jika dikalkulasikan terdapat 64.043 orang atau 77,26 persen yang tidak memilih DPRD Kabupaten Malang.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia, KPU Kabupaten Malang, Marhaendra Pramudya Mahardika mengatakan, penyebab banyaknya pemilih yang tidak menggunakan suaranya alias golput tidak dapat dipastikan.
Ia mengatakan, ada tiga kemungkinan yang mempengaruhi, diantaranya yakni masyarakat tidak datang ke TPS sehingga memang tidak menggunakan hak suaranya. Atau mungkin, tidak terdaftar sebagai DPT.
“Bisa saja orang yang tidak menggunakan hak pilihnya, mereka sengaja tidak datang ke TPS karena alasan masing-masing. Kedua, mereka bisa saja tidak terdaftar DPT dan tidak mengurus pindah pilih,” jelas Dika sapaan akrabnya saat ditemui Selasa (6/3/2024).
Atau mungkin, lanjut Dika, orang tersebut tidak mendapatkan sosialisasi terkait Pemilu. Namun, ia mengatakan, kemungkinan tersebut sangat kecil. Mengingat seluruh informasi Pemilu 2024 telah disebar luaskan baik oleh KPU maupun Adhoc tingkat TPS.
“Terakhir, bisa juga orang tersebut memang tidak tertarik untuk ikut campur dalam politik. Sehingga, tidak bisa menentukan pilihannya,” pungkasnya. (ptu/bob)




