KPU Kota Blitar Luncurkan ‘Si Gembira’ Maskot Pilkada 2024

KPU Kota Blitar telah meluncurkan jingle dan maskot Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 di Monumen PETA Kota Blitar. (blok-a.com/Fajar)
KPU Kota Blitar telah meluncurkan jingle dan maskot Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 di Monumen PETA Kota Blitar. (blok-a.com/Fajar)

Blitar, blok-a.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Blitar telah meluncurkan jingle dan maskot Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 mendatang. Peluncuran maskot tersebut, dilaksanakan di Monumen PETA Kota Blitar, Rabu (05/06/2024) malam.

KPU Kota Blitar memberi nama Maskot Pemilihan Wali Kota Blitar 2024 tersebut, dengan sebutan “Si Gembria” (Gayeng Memilih Bersama Aspirasi Rakyat). Dan jingle berjudul ‘Wujudkan Pilkada Gembira’.

Sepintas maskot ini layaknya orang mengenakan pakaian batik lengkap dengan udeng jawa di bagian kepalanya. Namun jika diperhatikan lebih teliti, bagian kepala maskot Pilwali Kota Blitar ini, sangat mirip dengan pendopo Makam Bung Karno.

Ketua KPU Kota Blitar Rangga Bisma Aditya mengatakan, KPU Kota Blitar sengaja mengambil inspirasi dari Pendopo Makam Bung Karno agar semangat nasionalisme dan jiwa patriotisme sang Proklamator bisa terus digelorakan oleh Wali Kota terpilih nantinya.

“Diharapkan maskot “Gembira” ini, bisa menjadi pengingat bagi Wali Kota terpilih. Agar selalu menggelorakan nilai-nilai kebangsaan dan kerakyatan yang telah ditanam oleh Bung Karno,” kata Rangga Bisma Aditya.

Dengan Maskot Pilkada 2024 Gembira ini, pihaknya mengharapkan Pilkada 2024 bisa dilaksanakan secara riang gembira, dan juga bisa berdampak signifikan terhadap pembangunan yang berdasarkan aspirasi masyarakat.

“Dan siapa pun yang terpilih hasil Pemilu nanti, diharapkan bisa menjaga spirit nasionalisme,” jelasnya.

Lebih lanjut Rangga menyampaikan, pada bagian badan maskot ‘Gembira’ ini, mengenakan baju batik Puspa Dahana. Terinspirasi dari relief Candi Gedog yang ada di Kecamatan Sananwetan Kota Blitar.

“Batik Puspa Dahana ini memiliki filosofi tentang pengendalian hawa nafsu, Mo Limo serta nilai-nilai Pancasila. Kami sengaja memberikan sentuhan nilai-nilai lokalitas seperti batik Puspa Dahana sebagai bentuk upaya ikut menjaga nilai kebudayaan asli Bumi Bung Karno,” pungkas Ketua KPU Kota Blitar. (jar/lio)

Exit mobile version