Kota Malang, blok-a.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang telah menerima sejumlah logistik penting untuk mendukung pelaksanaan Pilkada serentak 2024. Dan logistik ini disimpan di gudang yang berlokasi di Jalan Peltu Sujono Nomor 9A, Kecamatan Sukun, Kota Malang.
Ketua KPU Kota Malang, Muhammad Toyib saat dikonfirmasi awak media mengatakan, menurut data terbaru hingga 8 Oktober 2024, KPU Kota Malang telah menerima sejumlah logistik vital seperti 2.386 kotak suara, yang sesuai dengan jumlah kebutuhan di 1.188 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di seluruh kota.
“Selanjutnya, tinta sebanyak 2.386 botol, bilik suara 4.752 buah, serta segel plastik atau kabel ties sejumlah 14.256 buah. Jumlahnya semua sudah sesuai dengan kebutuhan,” ujar Toyib, Selasa (8/10).
Pengadaan logistik Pilkada 2024 ini kata Toyib, dilakukan berdasarkan Keputusan KPU Kota Malang Nomor 488 Tahun 2024, yang merujuk pada Rekapitulasi dan Penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur serta Walikota dan Wakil Walikota Malang.
“Logistik yang diterima belum sepenuhnya lengkap karena masih dalam tahap pertama.
Dan untuk sampul kertas serta segel kertas belum kami terima. Proses ini akan dilanjutkan pada tahap berikutnya,” imbuh Toyib.
Pengadaan logistik yang berjalan dengan baik dan tepat waktu sangat penting untuk memastikan kelancaran Pilkada 2024. KPU Kota Malang terus bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan semua kebutuhan logistik terpenuhi sesuai dengan jadwal dan standar yang ditetapkan.
Jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang tercatat untuk Pilkada 2024 di Kota Malang mencapai 660.774 orang, terdiri dari 323.167 pemilih laki-laki dan 337.577 pemilih perempuan. Para pemilih ini tersebar di 1.188 TPS yang berada di lima kecamatan dan 57 kelurahan di Kota Malang.
“Pemilih tersebar di 1.188 TPS di lima kecamatan dan 57 kelurahan di Kota Malang,” jelasnya.
Diungkapkan Toyib, Pilkada Kota Malang 2024 diikuti tiga pasangan calon, yakni Wahyu Hidayat-Ali Muthohirin nomor urut 1, Heri Cahyono-Ganisa Pratiwi Rumpoko nomor urut 2, dan M Anton-Dimyati Ayatullah nomor urut 3.
Kemudian untuk Pilkada Jawa Timur juga diikuti tiga pasangan calon, yakni Luluk Nur Hamida-Lukmanul Khakim nomor urut 1, Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak nomor urut 2, dan Tri Rismaharini-KH Zahrul Azhar Asumta nomor urut 3.
Masa kampanye pilkada berjalan mulai 25 September hingga 23 November 2024.
“Tahapan pemungutan suara Pilkada 2024 berlangsung pada 27 November sedangkan penghitungan suara serta rekapitulasi hasil penghitungan suara dimulai pada 27 November hingga 16 Desember 2024.” tungkasnya.




