Kota Malang, blok-a.com – Paslon Wahyu Hidayat – Ali Muthohirin (WALI) telah merumuskan lima program prioritas di Pilkada Kota Malang.
Lima program prioritas itu nantinya bakal direalisasikan jika Wahyu Hidayat dan Ali Muthohirin menang di Pilkada Kota Malang 2024.
Lima program prioritas Paslon WALI ini ialah, seragam gratis bagi siswa, seribu beasiswa, seribu event di Kota Malang, anggaran Rp 50 juta per RT, dan juga penyelesaian masalah perkotaan seperti banjir, macet, dan juga parkir.
Nah dalam kesempatan peremian Rumah Pemenangan Paslon WALI di Jalan Ijen Nomor 46 Kota Malang ini, Wahyu Hidayat langsung menjelaskan satu per satu lima program prioritas itu.
Berikut ini ulasan lima program prioritas Paslon WALI:
- Seragam Gratis SD, SMP, SMA
Calon Walikota Malang, Wahyu Hidayat menjelaskan, ada alasan tersendiri mengapa, program ini dimasukkannya jadi program prioritas.
Seragam gratis ini ternyata sangat diperlukan warga Kota Malang. Hal ini diketahuinya setelah acara NGOMBE atau Ngobrol Bareng Pj saat dia menjabat sebagai Pj Wali Kota Malang. Ada seorang wali murid atau ibu yang mengaku anaknya tidak mau sekolah karena dirinya tidak bisa memberikan seragam baru untuk anaknya.
“Ini juga merupakan curhatan dari warga pada saat NGOMBE karena mereka membutuhkan juga seragam. Karena ada yang terisak-isak, karena seragam anaknya tida ada. Anaknya tidak mau sekolah, dia masih menggunakan seragam lama,” jelasnya.
Sebenarnya, Wahyu menjelaskan, seragam gratis itu sudah dilaksankannya dulu saat menjabat Pj Wali Kota Malang. Namun itu tidak menyeluruh.
“Dan itu sudah kami hitung ke depannya untuk seragam SD, SMP, SMA insyallah itu bisa terlaksana (gratis),” kata dia.
- Seribu Beasiswa bagi Siswa Kota Malang
Yang kedua, Wahyu menjelaskan, akan ada seribu beasiswa bagi anak-anak dari SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi. Seribu beasiswa ini dijadikan prioritas Wahyu karena melihat potensi anak-anak Kota Malang yang tinggi.
Wahyu menyebut, anak-anak di Kota Malang ini banyak yang pintar tapi tidak beruntung karena terhalang anggaran orang tuanya.
“Kedua kita berikan seribu beasiswa kepada anak-anak mulai dari SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi. Kan banyak yang pintar,” kata dia.
Wahyu juga menjelaskan, syarat untuk mendapat beasiswa itu harus berprestasi dan dari keluarga tidak mampu.
“Kemarin Pemkot Malang sudah memberikan. Jadi anaknya pintar tapi tida kmampu itulah pemerintah harus hadir di sana,” ujarnya.
- 1000 Event
Program prioritas ketiga Paslon WALI adalah 1000 event. Wahyu Hidayat dan Ali Muthohirin berkomitmen bila terpilih nantinya, bakal membuat 1000 event.
1000 event ini berisi tentang event olahraga, hingga event budaya lokal Kota Malang. Event-event ini nantinya harus melibatkan UMKM nantinya. Wahyu ingin dengan adanya 1000 event ini bisa berdampak ke perekonomian UMKM Kota Malang.
“Event ini bisa memberikan efek multiplier terhadap pelaku ekonomi yang ada. Dengan hadirnya event ini bisa menghadirkan ke Kota Malang juga akan memberikan dampak ke pariwisata dan UMKM,” jelasnya.
Untuk menstimulus adanya event ini, Wahyu berjanji, akan memberikan diskon setiap adanya warga Kota Malang yang mengurus perizinan nantinya.
- Program Per-RT Rp 50 Juta
Wahyu juga memprioritaskan program RT MBOIS. RT MBOIS ini nantinya setiap RT bakal diberi anggaran Rp 50 juta, jika Wahyu terpilih.
Program RT Mbois ini nantinya untuk memberikan pelayanan warga di setiap RT semakin baik.
“Selanjutnya dengan program RT MBOIS itu adalah Rp 50 juta per RT. Pada setiap RT agar memberikan bagaimana kita bisa memberikan pelayanan yang saat ini ditangani RT,” tuturnya.
Anggaran untuk RT Mbois ini pun sudah dipikirkan Wahyu. Untuk realisasi dan sistem pemberian anggaran itu, Wahyu belum bisa menyampaikan secara detail.
“Nanti kami dan tim akan bahas lebih lanjut lagi,” ujarnya.
- Tuntaskan Permasalahan Kota: Banjir, Macet, Parkir
Program prioritas terakhir dari Paslon WALI ialah menuntaskan permasalahan Kota Malang, seperti banjir, kemacetan, dan parkir yang kerap dikeluhkan masyarakat.
“Kami menginventarisir permasalahan pada parkir banjir, dan kemacetan dan beberapa permasalahan infrastruktur perkotaan,” jelasnya.
Wahyu menjelaskan, saat menjabat sebagai Pj Wali Kota Malang, dia telah membikin masterplan drainase hingga 2028. Alasan Wahyu menuntaskan banjir hingga tahun 2028 ini karena penuntasan itu harus secara menyeluruh dan anggarannya cukup besar.
“Kenapa kami bikin masterplan drainase. Karena menangani masalah banjir ini tidak bisa seporadis. Harus menyeluruh dan sesuai perencanaan. Gak bisa simsalabim,” kata dia.
Sementara untuk kemacetan dan parkir, Wahyu menjelaskan, bahwa ada Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FFLAJ) Kota Malang. Sudah ada perencanaan untuk mengurai dua masalah itu.
“Kita harus duduk bersama dan sesuai perencanaan,” tutupnya. (bob)




