Pilbup Malang 2024 Melempem, Partai Lain Dinilai Enggan Lawan Sanusi-Lathifah

Gus Halim Berikan Salinan Rekomendasi PKB untuk Sanusi-Lathifah Maju Pilbup Malang 2024
Sanusi - Lathifah terima salinan rekom dari Desk Pilkada DPP PKB.(Istimewa)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Menjelang pendaftaran calon bupati (cabup) dan calon wakil bupati (cawabup) Malang, kondisi melempem. Sehingga, duet Sanusi – Lathifah nampak berpotensi menjadi calon tunggal di Pilbup Malang 2024.

Perlu diketahui, KPU Kabupaten Malang akan segera membuka pendaftaran pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati pada 27 hingga 29 Agustus 2024 mendatang.

Akademisi Universitas Muhammadiyah (UMM), Zen Amirudin mengatakan, hingga kini kontestasi politik menjelang Pilbup Malang 2024  cenderung melempem. Hal itu terlihat ketika potensi calon tunggal di Pilbup Malang 2024 makin menguat.

“Nama-nama sudah mengerucut, seperti Sanusi, Latifah Shohib, Gunawan. Hal ini mengindikasi adanya komunikasi politik yang terus intens tidak saja para kandidat dengan masyarakat, tetapi juga kandidat dengan kandidat lainnya,” kata Zen sapaan akrabnya kepada Blok-a.com, Kamis (15/8/2024).

Melempemnya kondisi politik tersebut dianggap sangat ironis menurutnya. Terlebih ketika kedua pasangan SaLaf alias Sanusi – Lathifah yang merupakan kandidat sama-sama kuat bersatu, maka akan melemahkan partai politik lainnya.

“Ketika semakin mendekati tanggal pendafatran justru ‘gairah’ para kandidat semakin mengerucut lebih sederhana lagi, yakni kemungkinan pasangan tunggal,” tuturnya.

“Pasangan tunggal dalam konteks Pilkada tentu sah-sah saja. Namun tentu ini menjadi catatan demokrasi kita dengan fenomena pasangan tunggal vs bumbung kosong,” sambungnya.

Di sisi lain, kata Zen, syarat ambang batas pencalonan 20 persen kursi juga manjadi faktor yang menjadikan partai-partai lain tersandera dan enggan untuk melakukan rekruitmen kader terbaiknya.

“Yang tidak kalah penting, ada juga syarat dukungan perseorangan atau jalur independen yang memeberatkan,” tambahnya.

Kendati demikian, pria yang menjabat sebagai Dosen Komunikasi UMM ini masih optimis bahwa kontestasi politik di Kabupaten Malang masih akan bergairah.

Ia menyebut, kemungkinan calon lain penantang pasangan mantan rival di Pilbup Malang 2019 itu masih ada. Misal, partai-partai yang belum menyatakan dukungannya seperti Gerindra dan NasDem.

“Gerindra bisa menjadi motor akselrasi politik yang diharapkan menjadi penyeimbang dalam kontestasi di Kabupaten Malang. Dalam kalkulasi politik, dengan dua pasangan calon masih memiliki peluang yang sama untuk dapat memenangkan kontestasi Pilkada di Kabupaten Malang,” urainya. (ptu/bob)

Exit mobile version