Kabupaten Malang, blok-a.com – Situasi menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024 di Kabupaten Malang mulai memanas. Hingga saat ini, terdapat dua bakal pasangan calon (Bapaslon) yang akan turut meramaikan kontestasi politik 27 November mendatang.
Mereka yakni Petahana Bupati Malang, H.M Sanusi yang akan berpasangan dengan Lathifah Shohib. Kemudian, ada juga Gunawan HS yang merupakan Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, ia akan berpasangan dengan Umar Usman.
Sejauh ini, pasangan SaLaf alias Sanusi – Lathifah dianggap sebagai pasangan yang paling ideal menurut partai pengusungnya yakni Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
DPP PKB telah menurunkan surat rekomendasi untuk pasangan calon bupati dan wakil bupati pada 8 Agustus lalu. DPP PKB memilih Sanusi – Lathifah untuk maju pada Pilkada serentak 2024 nanti.
Lantas, bagaimana sosok pendamping petahana Bupati Malang itu? Berikut profil Lathifah Shohib.
Profil Lathifah Shohib
Wanita yang memiliki nama lengkap Dra Hj Lathifah Shohib ini merupakan politisi yang lahir di Jombang, pada 9 Desember 1959. Bukan rahasia umum lagi, jika Lathifah ini merupakan cucu dari salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH Bisri Syansuri.
Semasa mudanya, ketika duduk di bangku perkuliahan tepatnya di Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Negeri Malang alias Universitas Negeri Malang ia sudah gemar berorganisasi di lingkungan kampus.
Usai lulus perkuliahan, ia kemudian menjabat sebagai Bendahara PMII pada periode 1979 hingga 1981. Lahir di lingkungan pesantren, juga membuat Lathifah aktif dalam keanggotaan Nahdlatul Ulama (NU).
Di awal, Lathifah terpilih sebagai Wakil Sekretaris Fatayat NU Kabupaten Malang tahun 1983-1985. Kemudian, Ketua I Pimpinan Anak Cabang Muslimat NU tahun 1994-1997,
Lalu, pada tahun 1998 hingga 2015 ia terpilih menjadi Ketua I Koperasi Annisa II Kota Malang. Tak berhenti di sana, di periode yang sama ia juga menjabat sebagai Ketua III Pimpinan Cabang Muslimat NU tahun 2005-2015.
Dari sekian banyaknya organisasi sehingga, bukan hal baru bagi Lathifah berkecimpung di dunia NU.
Maka tak heran jika Nyai Lathifah sapaan akrabnya memulai kariri politiknya di PKB. Selama berada di PKB, dirinya pernah menjadi ketua DPC PKB Kabupaten Malang pada 2005 hingga 2010.
Lathifah kemudian terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk periode 2014-2019. Pada periode selanjutnya, dirinya kembali terpilih, namun diakhir jabatannya ia memutuskan mengundurkan diri karena maju dalam pemilihan kepala daerah (pilkada), sebagai calon Bupati Malang. Kala itu, ia menjadi rival Sanusi pada pesta politik 2020 silam.
Pada saat mencalonkan diri sebagai bupati, Nyai Lathifah diusung oleh PKB dan Partai Hanura. Dalam periode 2024-2029, PKB memiliki kursi terbanyak kedua di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Malang yakni 11 kursi.
Jauh sebelum terjun di dunia politik, wanita yang akan mendimpingi Sanusi pada Pilbup 2024 nanti nyatanya juga sempat berkecimpung pada dunia pendidikan.
Lathifah Shohib pernah mengajar di SMA Wahid Hasyim Malang pada 1986 hingga 2013. Sebelum mengajar di Sekolah Menengah Atas, Nyai Lathifah juga menjadi seorang dosen di fakultas tarbiyah Universitas Islam Malang (Unisma) pada 1985 hingga 1986. (ptu/bob)




