Fajar, Karateka 15 Tahun Asal Turen yang Bawa Nama Indonesia ke Jepang

Muhammad Fajar (tengah), Karateka asal Kabupaten Malang yang akan berangkat ke Jepang (foto: blok-a.com / Yogga Ardiawan)
Muhammad Fajar (tengah), Karateka asal Kabupaten Malang yang akan berangkat ke Jepang (foto: blok-a.com / Yogga Ardiawan)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Muhammad Fajar Nurrohman, karateka muda asal Kabupaten Malang, mendapat kesempatan membawa nama Indonesia dalam ajang Moshikawa Karate di Kagoshima, Jepang.

Siswa kelas 3 SMP Negeri 1 Turen tersebut akan turun pada nomor kata perorangan. Kesempatan itu menjadi pengalaman penting bagi Fajar yang telah menekuni karate selama enam tahun.

Fajar mulai mengenal olahraga bela diri tersebut ketika berusia 9 tahun. Ketertarikannya bermula setelah sang ibu memperkenalkan karate kepadanya.

“Awalnya saya ditunjukkan karate oleh ibu saya, lalu saya tertarik dengan karate,” ujar Fajar.

Kini, di usia 15 tahun, Fajar telah mencapai tingkat sabuk cokelat. Dalam sepekan, ia menjalani latihan sekitar lima hingga enam jam di kawasan Bandulan.

Selama menekuni karate, Fajar tidak hanya mendapatkan kemampuan dalam olahraga bela diri. Berbagai kejuaraan yang diikutinya juga memberinya pengalaman, wawasan, sekaligus memperluas pertemanan.

“Yang menarik itu bisa memperluas wawasan kita dan mempunyai banyak teman. Juga dapat mendapatkan prestasi yang banyak,” ungkapnya.

Persiapan menuju Jepang pun telah dijalani Fajar selama sekitar satu tahun. Ia mengaku membawa target untuk bisa meraih prestasi saat tampil di Kagoshima.

Kesempatan tersebut juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi Fajar karena dapat membawa nama Indonesia sekaligus Kabupaten Malang di ajang internasional.

“Saya bangga karena saya bisa mengharumkan nama Indonesia dan Kabupaten Malang,” pungkasnya.

Pelatih sekaligus Ketua Umum MKAI (Mushikawa Karate Indonesia), Yuli Winarno, mengatakan Fajar merupakan salah satu dari banyak atlet muda di Kabupaten Malang yang memiliki potensi.

Ia menambahkan, kemampuan atlet tidak hanya dilihat dari teknik saat bertanding, tetapi juga kesiapan mereka menjalani latihan hingga mengikuti kejuaraan di luar daerah maupun luar negeri.

“Insya Allah masalah kemampuan itu banyak sebenarnya. Cuma untuk sementara ini yang siap, yang dimaksud kemampuan itu juga kemampuan untuk perjalanannya, juga kemampuannya di dalam berlatihnya, gerakannya, dan lain sebagainya,” kata Yuli.

Yuli menyebut banyak atlet muda lain yang juga memiliki potensi. Namun, kesempatan untuk tampil di ajang internasional seperti yang didapat Fajar merupakan bagian dari proses masing-masing atlet.

“Itu sebenarnya banyak, yang potensi banyak. Cuma sementara ini mungkin rezekinya Fajar,” tambahnya.

Selain prestasi olahraga, Yuli berharap pencapaian atlet dapat memberikan manfaat bagi pendidikan mereka. Menurutnya, prestasi yang diraih dalam kejuaraan dapat menjadi modal untuk menempuh pendidikan melalui jalur prestasi.

“Piagam atau prestasinya itu bisa digunakan atau bermanfaat untuk jalur ke pendidikannya, seperti masuk jalur prestasi,” jelasnya.

Ia berharap perhatian terhadap atlet berprestasi di Kabupaten Malang terus dikembangkan. Sebab, para atlet tersebut tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga daerah ketika tampil dalam berbagai kejuaraan.

“Untuk harapan ke depan, kami ingin atlet-atlet kami nanti akan membawa nama baik terutama daerahnya masing-masing,” pungkasnya. (yog)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com

Jurnalis yang bertugas di wilayah Malang Raya. Fokus peliputan pada isu sosial, politik, pemerintahan dan peristiwa terkini.