Tagar Singa Bertindik Ramai, Arema FC Jawab dengan Seruan Persatuan

Logo Singa Bertindik Arema Malang sebelum terjadinya dualisme (pinterest)
Logo Singa Bertindik Arema Malang sebelum terjadinya dualisme (pinterest)

Kota Malang, blok-a.com – Tagar “logosingabertindik” membanjiri kolom komentar Instagram Arema FC. Hal itu menanggapi keputusan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) yang menolak pendaftaran merek Arema 11 Agustus 1987 (Singa Bertindik) yang diajukan PT Arema Indonesia.

Beberapa komentar di akun resmi tersebut, menuntut Arema FC kembali menggunakan logo ‘Singa Bertindik’, yang dianggap logo bersejarah.
“Ayo rek ramaikan hashtag #logosingabertindik iku baru ongisnade” tulis moham*****.

General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menyampaikan apresiasi besar kepada publik, khususnya Aremania, yang terus memberikan dukungan di tengah dinamika yang terjadi.

“Kami, atas nama manajemen Arema FC di bawah naungan PT Arema Aremania Bersatu Berprestasi Indonesia (PT AABBI), menyampaikan antusiasme dan apresiasi setinggi-tingginya atas dukungan yang diberikan secara formil maupun kultural oleh seluruh Aremania,” ujar Yusrinal.

Menurutnya, dukungan masif dari Aremania menjadi fondasi penting bagi klub, terlebih setelah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) menetapkan PT AABBI sebagai pemegang Hak Merek resmi atas logo dan penamaan Arema FC.

“Penetapan Hak Merek ini adalah langkah legal yang sangat penting untuk memberikan kepastian dan landasan operasional klub ke depan. Ini adalah penegasan posisi kami,” imbuhnya.

Yusrinal menegaskan, manajemen Arema FC berkomitmen penuh untuk mematuhi seluruh proses hukum yang berlaku. Ia berharap semua dinamika yang berjalan dapat disikapi secara bijak demi tujuan bersama.

“Tujuan utama kita bersama adalah mengedepankan persatuan, memperkokoh eksistensi, dan fokus mengembalikan prestasi Arema dan Aremania,” katanya.

Sikap itikad baik itu, lanjut Yusrinal, tercermin dalam cara manajemen menanggapi aspirasi publik sambil tetap menghormati jalannya proses hukum.

“Kami sangat antusias untuk terus memperhatikan aspirasi Aremania. Namun, sebagai entitas yang taat hukum, kami berkomitmen menghormati setiap proses hukum dan hak yang dimiliki pihak lain,” ujarnya.

Ia pun mengajak seluruh pihak untuk mengakhiri polemik berkepanjangan dan kembali fokus pada tujuan besar, memulihkan kejayaan Arema.

“Kini saatnya kita meninggalkan perdebatan. Mari kita rajut kembali persatuan dan prestasi Arema dengan penuh martabat. Perjuangan kita tidak hanya di lapangan, tetapi juga dalam memperjuangkan dan membangun fondasi legal serta organisasi yang kuat demi masa depan klub,” tegasnya.

Yusrinal mengajak publik khususnya Aremania untuk menjaga kondusivitas serta memberikan dukungan moral kepada Arema FC selama menjalani kompetisi. (yog/bob)

Exit mobile version