Disparbud Kabupaten Malang Promosikan Coban Sewu dan Pantai Selatan ke Dunia

Disparbud Kabupaten Malang Promosikan Coban Sewu dan Pantai Selatan ke Dunia
Disparbud Kabupaten Malang Promosikan Coban Sewu dan Pantai Selatan ke Dunia

Kabupaten Malang, blok-a.com – Pemerintah Kabupaten Malang melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) terus menggenjot promosi sektor pariwisata ke pasar global. Salah satu langkah yang dilakukan yakni dengan berpartisipasi dalam Travel Meet Asia (TMA) 2026, forum business-to-business (B2B) pariwisata yang mempertemukan pelaku industri perjalanan dari berbagai negara di kawasan Asia.

Kegiatan yang berlangsung di Swissôtel Jakarta PIK Avenue pada 23–24 Juni 2026 itu dimanfaatkan sebagai ajang memperkenalkan beragam destinasi unggulan Kabupaten Malang kepada buyer internasional, asosiasi perjalanan, hingga tour operator mancanegara.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Firmando Matondang Hasiholan, mengatakan keikutsertaan dalam forum tersebut merupakan bagian dari strategi memperluas jaringan kerja sama sekaligus meningkatkan daya saing pariwisata daerah di tingkat internasional.

Menurutnya, Kabupaten Malang tidak hanya mengandalkan kawasan Bromo sebagai magnet wisata. Berbagai destinasi lain dengan potensi besar juga diperkenalkan kepada pasar global, mulai dari Coban Sewu, kawasan pantai di Malang Selatan, desa wisata, hingga kekayaan budaya lokal.

“Travel Meet Asia menjadi momentum penting untuk memperkenalkan potensi pariwisata Kabupaten Malang kepada asosiasi perjalanan, tour operator, dan buyer internasional. Kami ingin menunjukkan bahwa Kabupaten Malang memiliki banyak destinasi unggulan selain Bromo yang layak masuk dalam pilihan wisata dunia,” ujar Firmando, Rabu (24/6/2026).

Ia menjelaskan, promosi kali ini menyasar negara-negara di kawasan ASEAN, terutama Singapura, serta jaringan pelaku industri perjalanan internasional yang dinilai memiliki potensi besar mendatangkan wisatawan ke Indonesia.

Selain memperkenalkan destinasi, forum tersebut juga menjadi sarana membangun kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan sektor pariwisata, termasuk pelaku usaha perjalanan, perhotelan, dan buyer internasional.

Firmando menilai kolaborasi dengan pelaku industri sangat penting untuk meningkatkan kualitas produk wisata yang dimiliki Kabupaten Malang. Berbagai masukan yang diperoleh selama forum berlangsung akan menjadi bahan evaluasi dalam pengembangan destinasi ke depan.

“Kami ingin membangun kolaborasi yang lebih luas. Berbagai masukan dari buyer maupun pelaku industri pariwisata akan menjadi bahan evaluasi untuk menyempurnakan produk wisata, meningkatkan pelayanan, dan memperkuat pengelolaan destinasi agar semakin kompetitif,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang juga melakukan dialog dengan Menteri Pariwisata terkait strategi pengembangan Coban Sewu yang saat ini diproyeksikan menjadi salah satu ikon wisata unggulan daerah.

Pembahasan mencakup berbagai aspek, mulai dari promosi destinasi, peningkatan standar keamanan kawasan wisata, hingga penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di sektor pariwisata.

“Kami menyampaikan strategi pengembangan dan pemasaran Coban Sewu agar semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional. Kementerian Pariwisata memberikan dukungan terhadap penguatan keamanan destinasi serta peningkatan kapasitas SDM, khususnya para pemandu wisata agar mampu memberikan pelayanan yang profesional sekaligus menjadi duta promosi pariwisata daerah,” jelasnya.

Melalui partisipasi dalam Travel Meet Asia 2026, Pemerintah Kabupaten Malang berharap semakin banyak pelaku industri perjalanan internasional yang memasukkan destinasi wisata di wilayahnya ke dalam paket perjalanan wisata mereka.

Upaya tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat, mulai dari sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga pelaku usaha mikro dan ekonomi kreatif.

“Harapan kami, semakin banyak pelaku industri perjalanan yang memasukkan Kabupaten Malang ke dalam paket wisata mereka. Dengan begitu, promosi yang dilakukan tidak berhenti di forum ini, tetapi berlanjut menjadi kunjungan wisata yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Firmando. (yog/bob)

Exit mobile version