Disparbud Kabupaten Malang Siapkan Suvenir dan Kuliner Khas Malang Selatan

Kepala Disparbud Kabupaten Malang, Firmando Hasiholan Matondang mendorong pengembangan suvenir dan kuliner khas Malang Selatan untuk memperkuat daya tarik wisata pesisir (foto: blok-a.com / Yogga Ardiawan)
Kepala Disparbud Kabupaten Malang, Firmando Hasiholan Matondang mendorong pengembangan suvenir dan kuliner khas Malang Selatan untuk memperkuat daya tarik wisata pesisir (foto: blok-a.com / Yogga Ardiawan)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang mendorong pengembangan suvenir dan kuliner khas Malang Selatan untuk memperkuat daya tarik wisata pesisir. Potensi bahan baku lokal, seperti kelapa, pandan laut, hingga hasil laut, disiapkan menjadi produk unggulan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Kepala Disparbud Kabupaten Malang, Firmando Hasiholan Matondang, mengatakan pengembangan produk lokal menjadi salah satu upaya agar aktivitas pariwisata tidak hanya mendatangkan wisatawan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Malang Selatan memiliki potensi bahan baku yang dapat diolah menjadi suvenir berciri khas daerah. Batok kelapa, misalnya, dapat dikembangkan menjadi kerajinan, sedangkan daun pandan laut berpotensi diolah menjadi tas dan berbagai aksesori,” ujar Firmando, Sabtu (10/10/2026).

Firmando menambahkan, produk yang dikembangkan harus memiliki karakteristik tersendiri agar mampu bersaing dengan suvenir dari daerah lain. Karena itu, Disparbud akan mendorong kreativitas pelaku seni dan perajin lokal, termasuk melalui koordinasi dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian.

“Bukan waktu ya, sebetulnya butuh keberanian untuk mencoba. Tugas kami mendorong, sebisa mungkin tahun depan harus sudah ada suvenir cenderamata unggul dari Malang Selatan dan ciri khas berbeda dengan suvenir lainnya,” tambah Firmando.

Disparbud menargetkan pengembangan suvenir khas tersebut mulai direalisasikan pada 2027. Pembinaan dan dukungan penganggaran diharapkan dapat mendorong munculnya kreator lokal yang mampu mengolah potensi alam menjadi produk unggulan.

Selain suvenir, penguatan kuliner khas juga menjadi bagian dari strategi pengembangan wisata Malang Selatan. Upaya ini akan didorong melalui penyelenggaraan South Wave, sebuah kegiatan yang mempertemukan pelaku wisata, agen perjalanan, Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), serta pemangku kepentingan pariwisata.

Dalam kegiatan tersebut, sekitar 20 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) direncanakan berpartisipasi. Sejumlah chef lokal juga akan menampilkan olahan kuliner yang memanfaatkan hasil laut dan hasil bumi setempat.

South Wave dirancang menghadirkan beragam kegiatan, mulai dari pasar ekonomi kreatif, demonstrasi memasak (live cooking), aksi bersih pantai, yoga, pertunjukan musik dan tari, hingga peragaan busana.

Melalui kegiatan tersebut, Disparbud berharap produk kuliner dan suvenir lokal dapat lebih dikenal wisatawan sekaligus membuka peluang pemasaran yang lebih luas bagi UMKM.

Pengembangan produk lokal ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat potensi wisata pesisir Malang Selatan. Disparbud menilai pengelolaan destinasi perlu diiringi dengan peningkatan kualitas pelayanan, promosi, serta keterlibatan masyarakat agar dampak ekonomi pariwisata dapat dirasakan lebih luas. (yog)

Exit mobile version