Kabupaten Malang, blok-a.com – Jelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, Jip Wisata Bromo via Malang mengalami lonjakan wisatawan. Tingginya jumlah wisatawan ini disampaikan oleh Sekretaris Paguyuban Bromo Tengger Semeru (BTS), Wahyu Prasetyo.
Wahyu mengatakan pemesanan jip meningkat tajam sejak 20 Desember hingga awal Januari. Bahkan, hampir seluruh unit jip yang tergabung dalam paguyuban sudah terpesan wisatawan.
“Untuk unit-unit itu rata-rata semuanya sold out. Mulai dari jeep short maupun jeep long. Apalagi jenis long, sudah banyak dipesan sejak bulan lalu,” ujar Wahyu, Rabu (17/12/2025).
Wahyu menyebutkan, total jip yang tergabung dalam Paguyuban BTS mencapai 680 unit. Namun, hanya sekitar 500 unit yang aktif beroperasi. Selama masa libur Nataru, unit-unit tersebut nyaris tidak tersisa akibat tingginya permintaan wisatawan yang ingin menikmati keindahan kawasan Bromo.
Meningkatnya permintaan tersebut turut berdampak pada tarif sewa jip. Selama periode libur Nataru, terjadi penyesuaian harga sekitar 7 hingga 10 persen dibandingkan hari biasa.
“Ada penyesuaian tarif, kurang lebih kenaikannya Rp50 ribu hingga Rp100 ribu per unit,” terangnya.
Meski mengalami kenaikan, Wahyu menilai tarif tersebut masih tergolong wajar. Pasalnya, biaya operasional turut meningkat, terutama konsumsi bahan bakar dan potensi kemacetan di jalur wisata saat musim liburan.
“Saya kira itu wajar karena berkaitan dengan BBM. Biasanya saat tahun baru pasti terjadi kemacetan. Apalagi kendaraan yang digunakan Toyota Land Cruiser dengan kapasitas mesin besar, kebutuhan BBM-nya juga cukup tinggi,” bebernya.
Untuk jalur Malang, tarif dasar sewa satu unit jip berada di kisaran Rp900 ribu. Dengan tarif tersebut, wisatawan mendapatkan layanan perjalanan selama 12 jam, dimulai dari meeting point pukul 00.00 WIB hingga kembali sekitar pukul 12.00 WIB.
“Seluruh penumpang juga sudah dilindungi asuransi sejak keberangkatan dari meeting point hingga masuk kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru,” ungkapnya.
Dari sisi volume kunjungan, pada hari biasa lebih dari 100 unit jip beroperasi melalui pintu masuk Jemplang, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Setiap jip umumnya mengangkut 5 hingga 6 penumpang, sehingga jumlah wisatawan berkisar 500 hingga 600 orang per hari.
“Namun saat momen libur panjang seperti Nataru, jumlah wisatawan yang berangkat dari pintu masuk Jemplang bisa tembus lebih dari 1.000 orang per hari,” pungkas Wahyu. (yog/bob)




