Libur Sekolah Dongkrak Wisata Kayutangan Heritage, Kunjungan Tembus 5.000 Orang Sehari

Salah satu destinasi wisata favorit di Kota Malang, Kajoetangan Heritage (blok-a.com / Yogga Ardiawan)
Salah satu destinasi wisata favorit di Kota Malang, Kajoetangan Heritage (blok-a.com / Yogga Ardiawan)

Kota Malang, blok-a.com – Kampung Kayutangan Heritage menjadi salah satu destinasi yang paling ramai dikunjungi selama libur sekolah 2026. Kawasan berarsitektur kolonial tersebut dipadati wisatawan sejak pagi hingga malam hari. Mereka datang untuk menikmati nuansa heritage, berburu spot foto, hingga mencicipi aneka kuliner yang disajikan pelaku UMKM setempat.

Lonjakan kunjungan terlihat signifikan pada akhir pekan sepanjang Juni hingga awal Juli 2026. Bahkan, jumlah wisatawan yang datang dalam sehari sempat melampaui angka 5.000 orang.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Kayutangan Heritage, Mila Kurniawati, mengatakan peningkatan kunjungan mulai terasa sejak awal libur sekolah dan hingga kini masih berlangsung.

“Kalau hari biasa itu sekitar 1.000 sampai 1.800 orang, weekend sekitar 3.000 an kunjungan. Tapi saat libur sekolah ini bisa di atas 3.000 sampai 5.000 saat weekend,” kata Mila, Rabu (8/7/2026).

Ia menjelaskan, rekor kunjungan tertinggi terjadi pada Sabtu (4/7/2026) dengan sekitar 5.164 wisatawan domestik serta 15 wisatawan mancanegara. Sebelumnya, pada 28 Juni 2026, jumlah pengunjung juga sempat mencapai sekitar 5.500 orang.

Menurut Mila, angka tersebut menjadi salah satu capaian kunjungan tertinggi selama musim libur sekolah tahun ini. Keramaian mulai terlihat sejak pagi dan terus berlanjut hingga malam. Hampir tidak ada jeda sepi di kawasan wisata tersebut.

“Dari pagi sudah ramai, sore dan malam tetap ada penumpukan pengunjung,” ujarnya.

Mila menuturkan, jika sebelumnya kawasan ini banyak dikunjungi rombongan pelajar dan mahasiswa, maka selama libur sekolah komposisi wisatawan didominasi keluarga. Pengunjung datang dari berbagai daerah, mulai Jakarta, Jawa Barat, hingga sejumlah kota dan kabupaten di Jawa Timur.

“Kalau libur sekolah ini banyak wisatawan yang datang dari luar kota. Dan cenderung rombongan keluarga, dari anak kecil sampai orang tua, kakek nenek pun banyak yang suka,” bebernya.

Kampung Kayutangan Heritage menawarkan pengalaman wisata bernuansa sejarah melalui deretan bangunan lawas yang masih dipertahankan. Pengunjung juga dapat menikmati sekitar 40 spot foto, wisata susur sungai, kedai tematik, hingga beragam kuliner khas yang tersebar di berbagai sudut kawasan.

Tak hanya itu, kawasan tersebut juga menjadi rumah bagi lebih dari 250 pelaku UMKM. Sebagian di antaranya memiliki kedai sendiri, sementara lainnya memasarkan produk melalui sistem titip jual.

“Kuliner di sini ada lebih dari 100 stand kuliner, kedai maupun UMKM. Kalau jumlah UMKM-nya lebih dari 250, tapi tidak semua punya kedai jadi mereka sistemnya titip jual,” jelasnya.

Meningkatnya jumlah wisatawan turut membawa dampak positif terhadap perekonomian warga. Banyak pelaku UMKM harus menambah stok dagangan untuk memenuhi tingginya permintaan selama masa liburan.

“Tentu warga menyambut baik, mereka senang dan tidak menyangka kunjungan pecah sebanyak ini. Tentunya UMKM juga hidup selama libur sekolah ini,” pungkas Mila. (yog/bob)

Exit mobile version