Kabupaten Malang, blok-a.com – Menikmati akhir pekan dengan berwisata memang menjadi pilihan yang paling tepat. Destinasi wisata banyak ditemui di Malang, utamanya yang berbau dengan alam.
Salah satu tempat wisata terbaru di Malang yakni Sumber Umbulan, yang terletak di Dusun Sidomulyo, Desa Bangelan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang.
Wisata yang berlokasi tepat di lereng Gunung Kawi ini memiliki udara yang sejuk. Sumber mata air yang jernih juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisata alam satu ini.
Wisatawan yang datang juga bisa bermalam dan camping di atas sungai yang dialiri air dari sumber. Tak perlu khawatir, di sini juga menyediakan penyewaan tenda. Sehingga pengujung tak perlu repot-repot membawa tenda dari rumah.

Berada di ketinggian 400 mdpl, selain menyajika wisata air yang jernih, Desa Bangelan juga dikenal dengan produksi kopi yang melimpah dengan rasa yang nikmat.
Bahkan, setiap tahunnya produksi kopi di Desa Bangelan dapat mencapai 225 ton untuk kebun seluas 883 hektare.
Kepala Desa Bangelan, Budiono menerangkan, kopi yang ditanam kebanyakan jenis kopi robusta. Menurut pengakuannya, kopi yang dihasilkan merupakan salah satu kopi tertua di Jawa Timur (Jatim).
“Kopi Bangelan ini tertua di Jawa Timur. Di tahun 1901, Desa Bangelan sebagai kebun percontogan di era Kolonial Benanda. Awal mulanya di tanami kopi Arabika, namjn karena banyak penyakit akhirnya beralih ke bibit robusta,” ujar Budiono saat ditemui Kamis (24/5/2024).

Memiliki potensi yang besar, kedepan wisata Sumber Umbulan ini akan terus dikembangan menjadi wisata yang lebih maju. Rencananya, akan ditambahkan dengan wisata kuliner untuk mengangkat kopi lokal khas Bangelan.
Di lokasi yang sama, juga terdapat kedai sederhana yang menyajikan seduhan kopi lokal Bangelan. Warung kopi yang terbuat dari kayu itu dikelolah oleh kelompok tani lokal yang tergabung di Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
Terdapat dua jenis kopi yang disajika , ada kopi Lereng Gunung Kawi. Kemudian, ada juga kopi buatan UMKM dari Kelompok Tani Karya Mulya, namanya Bangelan Excelsa.
Salah satu anggota UMKM Kelompok Tani Karya Mulya, Iswayudi menerangkan, kedai yang didirikan tepat di samping aliran sungai ini sebagai bentuk promosi produk kopi lokal kepada para wisatawan.
“Bangelan Excelsa produksi kelompok tani karya mulya. Bahan bakunya dari kopi lokal Desa Bangelan sendiri,” ujar Iswayudi saat ditemui Kamis (23/5/2024).
Ia menjelaskan, keunggulan kopi jenis robusta di Lereng Gunung Kawi dengan ketinggian 400-450 mdpl ini cenderung memiliki rasa yang lebih strong.
“Kopi di Desa Bangelan ini punya klon atau varietas tersendiri. Rasanya dan karakter lebih bagus, rasanya cenderung rasa lebih kuat (pahit),” jelasnya.

Di kedai ini, mulai dari proses penyangraian kopi hingga penyeduhan dilakukan di tempat. Sehingga, pengujung yang datang juga bisa melihat secara langsung cara pembuatannya.
“Awal kopi disangrai, terus dihaluskan baru diseduh. Proses penyangkaian juga bisa dilihat langsung. Nanti asapnya bisa jadi aromatik bagi pengujung, sembari menikmati kopi dan gemricik aliran sungai yang belum tentu di tempat lain ada,” pungkasnya. (ptu)




