Kabupaten Malang, blok-a.com – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang mulai mematangkan berbagai persiapan menyambut rencana pembukaan rute penerbangan Yogyakarta–Malang melalui Bandara Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh. Salah satu langkah yang disiapkan adalah promo paket wisata bagi wisatawan yang datang menggunakan jalur udara.
Kepala Disparbud Kabupaten Malang, Firmando Hasiholan Matondang, mengatakan pihaknya telah melakukan komunikasi awal dengan Angkasa Pura terkait rencana pembukaan rute tersebut. Upaya ini menyusul dibukanya penerbangan Malang–Lombok oleh Wings Air yang dinilai membuka peluang konektivitas baru bagi sektor pariwisata.
“Ketika pembukaan penerbangan Wings Air Malang–Lombok, kami sudah menghadap ke Angkasa Pura untuk membuka rute Yogyakarta–Malang. Sekitar 70 persen in journey Angkasa Pura setuju, tinggal menunggu operator penerbangannya,” ungkap Firmando.
Seiring potensi dibukanya rute baru tersebut, Disparbud Kabupaten Malang mulai menjajaki kerja sama dengan pengelola destinasi wisata dan hotel. Wisatawan yang mendarat di Bandara Abdulrachman Saleh nantinya direncanakan akan mendapatkan promo dan diskon khusus di sejumlah destinasi dan akomodasi.
“Saya akan mencoba menjalin komunikasi dengan destinasi wisata, bagaimana nanti tamu dari Wings Air bisa mendapatkan diskon. Termasuk juga kerja sama dengan hotel,” ujarnya.
Tak hanya promo, Disparbud juga menyiapkan penyambutan berbasis budaya lokal sebagai daya tarik tambahan bagi wisatawan. Atraksi seni tradisional khas Kabupaten Malang, seperti tari wayang topeng, direncanakan tampil di sejumlah destinasi wisata.
“Beberapa destinasi sudah saya dekati. Nantinya mereka akan mengangkat kesenian kita. Kita punya 10 paguyuban seni tari wayang topeng yang sudah kita grader, dan itu bisa tampil di tempat-tempat wisata,” jelasnya.
Firmando menyebut sejumlah destinasi wisata telah menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi, di antaranya Warung Bokor dan Lembah Tumpang. Saat ini, tinggal pengaturan jadwal agar pertunjukan seni tersebut dapat masuk dalam agenda pariwisata daerah.
“Contohnya beberapa waktu lalu saya ke Warung Bokor, mereka siap. Saya ke Lembah Tumpang juga siap. Tinggal nanti kita atur jadwalnya supaya masuk agenda kita,” imbuhnya.
Ia menegaskan, promo paket wisata hanya akan diberikan kepada destinasi yang telah melalui proses penilaian dan mendapatkan grader dari Disparbud Kabupaten Malang. Kolaborasi lintas stakeholder dinilai menjadi kunci untuk meningkatkan kunjungan wisata di tengah keterbatasan anggaran daerah.
“Dengan kemampuan anggaran yang terbatas, kolaborasi ini sangat penting. Termasuk kolaborasi dengan perangkat daerah Pemkab Malang. Pembiayaan bisa minim, tapi kegiatannya lebih banyak. Kata kuncinya kolaborasi,” pungkas Firmando. (yog)




