Kota Malang, blok-a.com – Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Supit Urang di Kota Malang bakal disulap jadi lokasi wisata edukasi lingkungan. Rencana ini muncul dari ide Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, setelah melihat tingginya kunjungan masyarakat dan pelajar yang datang untuk studi lapangan.
Plh Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran, menjelaskan bahwa saat ini TPA Supit Urang justru menjadi daya tarik bagi daerah lain.
“Rata-rata setiap hari ada dua rombongan dari kota atau kabupaten lain yang berkunjung, termasuk universitas. Banyak yang penasaran karena TPA Supit Urang tidak bau, berbeda dengan TPA di daerah lain,” imbuhnya dikonfirmasi, Jumat (31/10/2025).
Menurut Raymond, ide menjadikan TPA Supit Urang sebagai destinasi wisata edukasi muncul secara alami dari banyaknya kunjungan tersebut. “Karena hampir tiap hari menerima tamu, ke depan kami akan menyampaikan laporan ke Pak Wali, dan rencananya akan kerja sama dengan pihak swasta. Nantinya dibuat layout dulu, supaya timbunan sampah bisa diatur jadi bentuk bukit dan area wisata. Kita sudah punya konsep bukit Teletubbies, tapi belum diwujudkan karena lahan masih digunakan untuk hal lain,” ujarnya.
Selain sebagai tempat wisata edukasi, DLH Kota Malang juga berupaya mempercantik area TPA dengan penanaman pohon buah dan pohon pelindung. Langkah ini sekaligus bagian dari upaya menambah Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Malang yang baru mencapai 17 persen, jauh dari standar nasional 30 persen.
“Karena kondisi Kota Malang yang padat, kami manfaatkan area yang masih memungkinkan ditanami pohon, termasuk TPU dan TPA Supit Urang. Harapannya, walaupun TPA, tempat itu tetap nyaman dan hijau,” tambah Gamaliel.
Untuk mengurangi bau dan gas metana, DLH juga menerapkan sistem controlled landfill dan penyiraman dengan bakteri alami seperti eco enzyme. “Bakteri ini membantu meminimalisir gas metan penyebab bau. Karena itu, kalau masuk ke TPA Supit Urang, tidak tercium bau menyengat seperti di TPA lain,” terangnya.
Raymond menyebut, rencana proyek wisata ini sejalan dengan program Ngalam Seger, salah satu program unggulan Pemkot Malang di bidang lingkungan hidup. Ia berharap konsep wisata edukasi ini dapat terealisasi dengan dukungan swasta pada tahun 2026.
“Lokasi TPA Supit Urang sangat memungkinkan dikembangkan jadi wisata edukasi lingkungan. Sekaligus jadi ruang belajar bagi anak-anak SD, SMP, hingga mahasiswa tanpa perlu jauh keluar kota,” pungkasnya. (bob)




