Jelang Debat Capres Kedua, Pengamat Politik Universitas di Malang Beri Catatan ke Ganjar, Prabowo, dan Anies

Pakar Politik UB Malang Nilai Setiap Capres di Debat Perdana Kemarin, Siapa Yang Mengesankan?
Pakar Politik UB Malang Nilai Setiap Capres di Debat Perdana Kemarin, Siapa Yang Mengesankan?

Kota Malang, Blok-a.com – Debat Calon Presiden (capres) periode 2024 kedua bakal digelar Jumat, 22 Desember 2023 mendatang. Usai menyaksikan debat capres perdana pada 12 Desember lalu, banyak pihak turut mengomentari hal ini. Terlebih, soal sikap capres nomor 2, Prabowo Subianto.

Menurut pengamat politik Universitas Widya Gama Kota Malang, M. Ramadhana Alfaris, memang debat tersebut diisi oleh capres yang kompeten. Menanggapi soal sikap Prabowo yang kerap ‘tersenggol’ argumen capres lain, Rama menyebut hal itu wajar.

Nampak, Prabowo acapkali memberikan statement konfirmasi dua capres lain terkait hal teknis, dan pelaksanaan program berbagai isu. Namun, Prabowo masih bermain mode strategi bertahan. Sehingga, lelaki kelahiran 17 Oktober 1951 itu berusaha tidak terpancing.

“Ketiga Capres pada dasarnya kompeten semua. Pak Prabowo sudah cukup jauh jam terbangnya yakni ketua umum partai dan jabatan politiknya sebagai menteri pertahanan, tentu saja beliau menguasai lapangan dan pola pikirnya konsep besar yang sifatnya strategis,” papar dosen Fakultas Hukum ini.

Sikapnya yang sempat dinilai arogan oleh publik tersebut, menurut Rama, adalah cerminan bahwa Prabowo sedang berusaha menunjukkan jiwa kepemimpinan dominan.

“Pada sesi saling tanya dan menanggapi, pak prabowo acap kali selalu mengkonfirmasi statement dua capres lain terkait dengan hal teknis pelaksanaan program dari berbagai isu. Hal demikian terlihat jiwa kepemimpinan Pak Prabowo yang seolah-olah menggambarkan Ganjar dan Anies adalah calon menterinya,” lanjut dia.

Di lain pihak, Rama menilai bahwa baik dari pihak capres nomor 1, Anies Baswedan dan capres nomor 3, Ganjar Pranowo, sebenarnya memiliki berbagai materi yang matang. Terutama soal penguasaan ranah teknis yang baik dari jebolan jabatan gubernur.

“Berbeda dengan Pak Anies dan Pak Ganjar, mereka berdua sama-sama pernah menjabat sebagai Gubernur. Sehingga penguasaan teknisnya sangat baik. Ganjar dan Anies selalu menjelaskan hal-hal praktis yang teoritik sesuai dengan pengalaman sebagai birokrat.” beber dia.

Terkait pelontaran isu, Rama menilai memang ada momen yang perlu menjadi pandangan. Ketika Prabowo Subianto sedang beradu argumen dengan Anies Baswedan, dia menilai hal tersebut wajar. Pasalnya, sesi debat memang harus memperlihatkan sisi retoris. Sementara isu HAM, Prabowo mampu membalikkannya dengan perbandingan kasus. Sehingga isu HAM masa lalu tersebut menjadi tidak menarik lagi untuk dikaitkan dengan pencalonannya.

Terkait debat capres babak dua mendatang memiliki perbedaan tajuk. Yakni ekonomi mencangkup ekonomi kerakyatan dan ekonomi digital, keuangan, investasi pajak, perdagangan, pengelolaan APBN-APBD, infrastruktur, dan perkotaan. Rama menyebut masing-masing capres memiliki celah untuk nampak unggul pada debat capres mendatang.

Untuk Anies Baswedan, nampak sebagai sosok yang lebih sistematis dalam beretorika, metodis teknis, dan imajinatif. Hal tersebut bisa menjadi nilai plus tersendiri dalam panggung debat. Sementara Prabowo Subianto mampu menunjukkan sikap tegas dan konsisten, baik terkait kampanye periode sebelumnya hingga tema penyampaian. Sementara, Capres Ganjar Pranowo mampu membangun citra yang santun, imajinatif, dan solutif. (mg2/)