Kota Malang, Blok-a.com – Posisi Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Malang saat ini telah resmi dijabat oleh Febrina.
Febrina sebelumnya adalah mantan Ahli Ekonomi Kelompok Perumusan Kebijakan Ekonomi dan Keuangan Daerah (KEKDA) Provinsi KPw BI Provinsi Sulawesi Selatan.
Febrina telah resmi mengambil alih posisi Samsun Hadi yang akan segera pensiun sebagai Kepala KPw BI Malang. Proses pengangkatannya dilakukan oleh Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, di Hotel Harris Malang pada Selasa (5/3/2024).
Dalam acara tersebut, Destry Damayanti berharap Febrina, yang akan menggantikan posisi Samsun Hadi, diharapkan dapat melanjutkan jejak yang telah dibangun.
Destry menyatakan harapannya agar Febrina dapat melanjutkan sinergi dan kolaborasi dengan Pemerintah Daerah serta mitra strategis lainnya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang didukung oleh inflasi yang tetap terjaga.
“Semoga ibu Febrina nanti yang akan mengemban amanah sebagai Kpw BI Malang dapat melanjutkan sinergi dan kolaborasi dengan Pemerintah Daerah, serta mitra strategis lainnya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang didukung dengan inflasi yang rendah dan stabil,” ucapnya
Ia juga mengatakan bahwa secara pribadi ia bangga pucuk kepemimpinan di Kota Malang kini dijabat oleh seorang Perempuan.
“Saya senang Bu Febrina ini memiliki kesempatan menduduki pucuk pimpinan. Tonggak pimpinan di Malang ini banyak perempuan. Salah satu keunikan dan berkesan di Malang,” tuturnya.
Meskipun demikian, tantangan masih ada di depan, terutama dalam menghadapi potensi peningkatan permintaan komoditas pangan menjelang bulan Ramadan yang bisa mempengaruhi tingkat inflasi.
Hal ini menjadi perhatian utama bagi Pemerintah Pusat dan Bank Indonesia, dan memerlukan kerjasama yang kuat antara KPw BI Malang dan Pemerintah Daerah.
“Dalam pengendalian inflasi ini dibutuhkan dukungan sinergi dan kolaborasi yang baik antara anggota TPID dengan Bank Indonesia Malang,” terang Debry.
Ia bahkan mengusulkan Gerakan tanam pangan mandiri yang dipercaya dapat membantu menyeimbangkan angka inflasi di Kota Malang.
“Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan Gerakan Tanam Pangan Mandiri yang dilakukan oleh rumah tangga dengan menanam komoditas penyumbang inflasi seperti cabai di halaman rumah masing-masing,” tuturnya.








