Kian Bergeliat, 400 Unit Bank Sampah di Kota Malang Kembali Aktif Beroperasi

Plh Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Matondang sebut Bank Sampah di Kota Malang Kian Bergeliat, 400 Unit Kini Kembali Aktif Beroperasi (foto: Blok-a.com / Yogga Ardiawan)
Plh Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Matondang sebut bank sampah di Kota Malang kian bergeliat, 400 unit kembali aktif beroperasi (foto: Blok-a.com / Yogga Ardiawan)

Kota Malang, Blok-a.com – Upaya penguatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Kota Malang menunjukkan perkembangan positif. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang mencatat sebanyak 400 bank sampah kini kembali aktif beroperasi dari total 523 bank sampah yang tersebar di berbagai wilayah.

Jumlah tersebut meningkat cukup signifikan dibanding kondisi sebelumnya yang hanya sekitar 230 bank sampah yang masih aktif beroperasi.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, mengatakan peningkatan tersebut merupakan hasil pembinaan dan pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan bersama berbagai pihak.

Selain untuk memperkuat pengelolaan lingkungan, langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya memenuhi indikator penilaian Adipura yang ditetapkan Kementerian Lingkungan Hidup.

“Berdasarkan pengecekan lapangan, dari 523 bank sampah yang tercatat di Kota Malang, hanya 230 yang aktif operasional. Melalui program pembinaan dan sinergi ini, saat ini sudah ada 400 bank sampah yang kembali beroperasi,” ujar Raymond, Sabtu (20/6/2026).

Untuk mendukung keberlanjutan operasional bank sampah, DLH Kota Malang juga memperoleh bantuan dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) senilai Rp100 juta dari PT Pertamina Patra Niaga Malang.

Bantuan tersebut akan digunakan untuk pengadaan mesin pencacah plastik yang nantinya ditempatkan di Bank Sampah Induk Kota Malang. Mesin tersebut dirancang agar dapat dimanfaatkan bersama oleh berbagai bank sampah unit yang berada di tingkat kelurahan.

“Mesin tersebut bukan berkapasitas besar, namun berukuran lebih kecil. Sehingga nantinya dapat dimanfaatkan bersama oleh bank-bank sampah unit dari berbagai kelurahan,” tambahnya.

Menurut Raymond, keberadaan mesin pencacah akan memberikan nilai tambah bagi sampah plastik yang selama ini hanya dijual dalam bentuk mentah. Melalui proses pengolahan, material plastik dapat diubah menjadi bahan baku maupun produk daur ulang dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Peningkatan nilai jual tersebut diharapkan mampu membantu memperkuat kemandirian pengelolaan bank sampah sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat yang terlibat di dalamnya.

DLH Kota Malang berharap penguatan kelembagaan dan fasilitas pendukung tersebut dapat mendorong semakin banyak bank sampah yang aktif, sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengurangan dan pengelolaan sampah dari sumbernya.

“Hasil pengumpulan plastik dari bank sampah ini nanti didaur ulang menjadi barang yang nilainya lebih tinggi. Kalau dijual dalam bentuk plastik biasa harganya murah, tetapi setelah diolah tentu nilai ekonominya lebih baik. Harapannya ini bisa membantu operasional bank sampah,” pungkasnya. (yog)