Dapat Rp100 Juta dari Pertamina, DLH Kota Malang Target Lebih Produktif Kelola Sampah

Plh Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Matondang usai menerima bantuan dana Rp 100 Juta untuk pengelolaan sampah (istimewa)
Plh Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Matondang usai menerima bantuan dana Rp 100 Juta untuk pengelolaan sampah (foto: istimewa)

Kota Malang, blok-a.com – Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memperoleh dukungan dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) senilai Rp100 juta dari PT Pertamina Patra Niaga Malang. Bantuan tersebut akan difokuskan untuk memperkuat operasional dan menghidupkan kembali aktivitas bank sampah di berbagai wilayah Kota Malang.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, mengatakan kolaborasi antara pemerintah daerah dan sektor swasta ini merupakan bagian dari upaya mendukung program pengelolaan sampah sekaligus memenuhi indikator penilaian dari Kementerian Lingkungan Hidup, termasuk dalam ajang Adipura.

Menurutnya, keberadaan bank sampah menjadi salah satu aspek penting dalam pengurangan dan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

“Berdasarkan pengecekan lapangan, dari 523 bank sampah yang tercatat di Kota Malang, hanya 230 yang aktif operasional. Melalui program pembinaan dan sinergi ini, saat ini sudah ada 400 bank sampah yang kembali beroperasi,” ujar Raymond, Kamis (18/6/2026).

Ia menjelaskan, dana bantuan tersebut akan dimanfaatkan untuk pengadaan mesin pencacah plastik yang nantinya ditempatkan di Bank Sampah Induk Kota Malang. Mesin tersebut dirancang untuk mendukung pengolahan sampah plastik dari berbagai bank sampah unit yang tersebar di kelurahan-kelurahan.

Dengan adanya fasilitas tersebut, sampah plastik yang sebelumnya hanya dijual dalam bentuk bahan mentah dapat diolah lebih lanjut sehingga memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.

“Hasil pengumpulan plastik dari bank sampah ini nanti juga istilahnya didaur ulang kembali menjadi barang yang lebih mahal. Kalau dijual dengan kondisi plastik saja kan murah, tetapi kalau didaur ulang, dibentuk kan sesuatu, maka hasilnya bisa lebih mengoptimalkan untuk operasional,” tambah Raymond.

DLH berharap langkah ini tidak hanya membantu mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir, tetapi juga memperkuat keberlanjutan operasional bank sampah melalui peningkatan nilai jual hasil daur ulang.

Sementara itu, Fuel Terminal Manager PT Pertamina Patra Niaga Malang, Donny Pratama Yuda, menyampaikan dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan di wilayah operasionalnya.

Menurut Donny, Pertamina selama ini tidak hanya memberikan bantuan melalui program TJSL, tetapi juga aktif menjalin kerja sama dengan pemerintah kelurahan dan institusi pendidikan untuk mendorong berbagai program lingkungan.

“Fokus dan konsentrasi kami di tahun ini adalah menjaga lingkungan agar menjadi lebih baik, terutama untuk menjaga ekosistem kehidupan di Kota Malang. Hal ini sejalan dengan jargon kami untuk menjadikan iklim dan lingkungan menjadi lebih baik serta bersahabat,” ungkap Donny.

Melalui sinergi tersebut, Pemkot Malang dan Pertamina berharap pengelolaan sampah berbasis masyarakat dapat semakin berkembang, sekaligus menciptakan manfaat ekonomi dan lingkungan yang berkelanjutan bagi warga Kota Malang. (yog)