DPC Gerindra Kota Malang Sebut Dukungan untuk MBG Murni Aspirasi Masyarakat

Ketua DPC Gerindra Kota Malang, Moreno Suprapto sebut dukungan untuk MBG murni aspirasi masyarakat bukan aksi tandingan (foto: Blok-a.com / Yogga Ardiawan)
Ketua DPC Gerindra Kota Malang, Moreno Suprapto sebut dukungan untuk MBG murni aspirasi masyarakat (foto: Blok-a.com / Yogga Ardiawan)

Kota Malang, Blok-a.com – Ketua DPC Partai Gerindra Kota Malang, Moreno Suprapto, menyampaikan aksi Apel Akbar Dukungan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digelar masyarakat Malang Raya bukan merupakan aksi tandingan terhadap pihak tertentu. Menurutnya, kegiatan yang digelar di Alun-alun Tugu Kota Malang tersebut murni lahir dari aspirasi masyarakat yang merasakan manfaat langsung program tersebut.

Moreno mengaku hadir dalam kegiatan tersebut setelah menerima undangan dari berbagai elemen masyarakat di Malang Raya yang ingin menyuarakan dukungan terhadap program strategis nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

“Saya dapat undangan dari teman-teman di Malang Raya. Se-Malang Raya. Itu mereka mau kumpul, apel akbar. Mau menyuarakan manfaat dari program 82 juta penerima manfaat,” kata Moreno.

Ia menilai kritik terhadap program pemerintah merupakan hal yang wajar dalam negara demokrasi. Namun, Moreno menambahkan, kritik seharusnya disampaikan dalam bentuk evaluasi, bukan dengan narasi kebencian yang berpotensi memecah belah masyarakat.

“Kalau saya boleh berpendapat ya, lalu mengkritik itu boleh ya, terbuka. Tapi jangan mengumbar kebencian. Itu sudah menjadi provokator untuk memecah belah bangsa kita,” tambahnya.

Moreno menyebut Program Makan Bergizi Gratis merupakan program yang baik dan layak mendapat dukungan. Jika terdapat kekurangan dalam pelaksanaannya, hal itu seharusnya menjadi bahan evaluasi bersama.

“Dan program strategis nasional ini saya rasa sangat baik. Dan kalau memang ada evaluasi, itu sangat wajar. Dan terima kasih kalau ada evaluasi. Tapi jangan mengumbar kebencian, itu memecah belah bangsa kita,” tuturnya.

Ia mengungkapkan masyarakat yang hadir dalam apel akbar justru menyampaikan harapan agar program tersebut tetap berjalan karena memberikan dampak ekonomi yang dirasakan langsung oleh petani, peternak, hingga orang tua siswa.

“Jangan dihentikan, kami mewakili peternak, petani, dan juga orang tua dari wali murid, yang mereka merasa terbantukan,” ungkapnya

Menurut Moreno, program MBG juga membantu meringankan beban keluarga. Uang saku yang sebelumnya digunakan anak untuk membeli makanan di sekolah dapat ditabung untuk kebutuhan lain.

“Pada saat sebelum mereka berangkat sekolah, ada uang saku bisa dikumpulkan dalam satu bulan, mereka bisa beli sepatu. Bisa beli sepatu olahraga, bisa beli kebutuhan lainnya. Kan alhamdulillah,” bebernya.

Ia kembali mengingatkan agar setiap kekurangan dalam program tidak langsung dijadikan alasan untuk menyerang atau menghujat pemerintah.

“Akan tetapi seandainya setiap program itu ada kekurangan, itu bukan langsung dihujat kebencian. Jangan dijadikan alasan untuk menghujat gitu,” ujarnya.

Moreno juga membantah anggapan bahwa kegiatan dukungan MBG merupakan bentuk perlawanan terhadap aksi-aksi kritik yang sebelumnya muncul.

“Enggak ada, enggak ada aksi tandingan. Ini murni organik, Mas. Ini murni organik. Bisa survei, Mas bisa tanya sama mereka yang datang ke sini. Enggak ada. Ini bukan aksi tandingan. Ini spontanitas dari masyarakat Malang Raya khususnya,” jelasnya.

Ia mengaku bahkan tidak memiliki agenda untuk tampil di atas panggung. Kehadirannya semata karena kepeduliannya terhadap masyarakat Malang Raya.

“Saya datang ke sini saya peduli sama Malang Raya karena kita punya jiwa Arema dan kita enggak mau jangan diadu-adu,” ujarnya.

Moreno menegaskan Program Makan Bergizi Gratis masih menjadi kebutuhan penting, terutama bagi siswa sekolah dasar. Karena itu, ia mengajak semua pihak untuk bersama-sama mengawal dan mengevaluasi program secara konstruktif.

“Program Pak Prabowo itu sangat bagus. Kalau memang ada oknum yang memang perlu dievaluasi, ya itu wajar. Dan Pak Prabowo sangat terbuka. Tapi jangan mengumbar kebencian, bicaranya tidak sopan,” terangnya.

Ia juga mengingatkan media sosial saat ini diakses oleh berbagai kalangan usia sehingga narasi yang berkembang di ruang publik perlu dijaga agar tetap positif.

“Media sosial ini sekarang anak umur 15 tahun juga sudah memegang. Ya jangan sampai dibawa ke arah menghujat-hujat seperti itu. Itu bukan budaya Indonesia,” tuturnya.

Di akhir pernyataannya, Moreno mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengedepankan energi positif dan mendukung pembangunan nasional melalui kritik yang membangun.

“Saya datang ke sini saya bawa energi yang positif,” pungkasnya. (yog)