DLH Kota Malang Siapkan Taman Baru di Jalan Bondowoso, Tambah Ruang Terbuka Hijau

Kawasan Jalan Bondowoso yang akan ada taman untuk menambah RTH (blok-a/Berril Labiq)

Malang, blok-a.com – DLH Kota Malang terus berupaya menambah keberadaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di tengah keterbatasan lahan perkotaan. Salah satu langkah yang disiapkan yakni pembangunan taman baru di kawasan Jalan Bondowoso, Kota Malang lewat dukungan program Corporate Social Responsibility (CSR) dari pihak swasta.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Drs Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang MMAP, mengatakan rencana pembangunan taman tersebut masih dalam tahap penyusunan konsep. Nantinya, taman baru ini diharapkan dapat menjadi tambahan ruang publik sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan RTH di Kota Malang.

“CSR rencananya dari Adiputro untuk perbaikan taman dan pembuatan taman baru di Jalan Bondowoso. Kami terus berupaya memenuhi kebutuhan RTH di Kota Malang,” ujar Raymond, Selasa (23/6/2026).

Menurutnya, pembangunan taman di Jalan Bondowoso akan dilakukan bersamaan dengan proyek pembangunan Puskesmas Bareng yang berada dalam satu kawasan. Karena itu, konsep penataan area tersebut masih terus dimatangkan bersama pihak-pihak terkait.

“Ini masih hal baru dan bersamaan dengan pembangunan Puskesmas Bareng. Nanti masih dikonsepkan dan dirapatkan. Mudah-mudahan bulan Agustus sudah ada kepastian,” jelasnya.

Raymond menyebut, lahan yang digunakan merupakan aset milik Pemkot Malang. Dari total area yang tersedia, sebagian lahan akan dimanfaatkan untuk pembangunan fasilitas kesehatan, sementara sebagian lainnya dialokasikan sebagai ruang terbuka hijau.

Rencananya, sekitar 2.000 meter persegi lahan digunakan untuk pembangunan Puskesmas Bareng. Sedangkan sekitar 1.000 meter persegi lainnya akan dimanfaatkan untuk taman baru yang diharapkan dapat dinikmati masyarakat.

Selain menyiapkan taman baru, DLH Kota Malang juga terus melakukan pemeliharaan terhadap taman yang sudah tersedia. Saat ini, Kota Malang memiliki sekitar 90 taman yang tersebar di berbagai wilayah.

Dari jumlah tersebut, terdapat sembilan taman aktif yang menjadi prioritas dalam pemeliharaan. Namun, Raymond mengakui keterbatasan anggaran membuat perawatan belum bisa dilakukan secara maksimal.

“Namun, keterbatasan anggaran membuat perawatan masih berfokus pada pembersihan dan perbaikan ringan. Karena itu, keterlibatan dunia usaha melalui program CSR penting untuk mendukung pengembangan RTH di Kota Malang,” terangnya.

Ia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta menjadi salah satu solusi untuk menjaga sekaligus meningkatkan kualitas ruang publik di Kota Malang.

Selain Adiputro, sejumlah perusahaan lain juga telah menunjukkan ketertarikan untuk ikut berkontribusi dalam pengembangan maupun pemeliharaan taman kota.

Raymond menyebut, Bank Jatim sebelumnya telah terlibat dalam revitalisasi Alun-alun Merdeka Kota Malang. Sementara itu, Taspen juga berencana mengambil peran dalam pemeliharaan Taman Trunojoyo.

“Memang sudah ada perusahaan yang mau terlibat ke arah sana. Selain Bank Jatim yang di Alun-Alun Merdeka, rencananya dari Taspen itu di Taman Trunojoyo,” pungkasnya. (bob)