Kota Malang, blok-a.com – Burger Buto adalah nama yang tak asing bagi hampir semua penduduk Kota Malang, terutama yang telah lama tinggal di sana. Usianya sudah mencapai 21 tahun, tetapi kepopulerannya tetap tidak tergoyahkan di antara kuliner-kuliner favorit di Kota Malang.
Salah satu daya tarik Burger Buto adalah Burger Buto Ijo, burger jumbo dengan diameter 27 cm dan warna hijau yang menarik. Burger ini dikenal karena ukurannya yang besar, rasanya yang lezat, dan bisa dinikmati bersama hingga tujuh orang.
Selain Burger Buto Ijo, terdapat beragam menu lain yang tidak kalah menggoda. Mulai dari Buto Keju, Buto Spesial, Buto UUPS Keju, hingga variasi lainnya.
Tidak hanya burger, tetapi juga tersedia menu nasi dibakar dengan pilihan varian seperti Naskar Paru Goreng, Naskar Sambal Udang, dan lainnya. Ada juga menu roti seperti Roti Keju, Roti Coklat, serta minuman seperti Americano, Kopi Alpukat, dan lainnya.
Harga-harga menu tersebut sangat terjangkau, dimulai dari Rp 17.000 hingga Rp 37.000 untuk burger, Rp 15.000 hingga Rp 30.000 untuk nasi, Rp 6.500 hingga Rp 15.000 untuk roti, dan Rp 5.000 hingga Rp 16.000 untuk minuman.
Yang membuat Burger Buto semakin istimewa adalah kebijakan mereka dalam memberdayakan karyawan penyandang disabilitas. Meskipun memiliki keterbatasan fisik, karyawan-karyawan tersebut tetap profesional dalam bekerja.
Mike Ragnar, pemilik Burger Buto, memiliki tekad kuat untuk memberdayakan anak-anak disabilitas karena alasan kemanusiaan. Saat ini setidaknya 15 penyandang disablitas mendapatkan pekerjaan di Kedai Burger Buto tersebut.
Namun, pandemi yang baru saja terjadi memberikan dampak berat bagi Burger Buto. Meskipun begitu, mereka bangkit kembali dan siap untuk memuaskan para pelanggan.
Bagi yang ingin berkunjung, kedai Burger Buto terletak di Jalan Sarangan 27 Lowokwaru, Kota Malang. Jam buka mereka adalah mulai pukul 11.30 WIB hingga 21.00 WIB setiap hari, kecuali Senin.
Dengan semangat dan dukungan bersama, Mike yakin Burger Buto akan terus maju dan berkembang, sambil memberikan kesempatan kepada anak-anak disabilitas untuk tumbuh dan berkembang bersama mereka.








