Kabupaten Malang, blok-a.com – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang mendorong kegiatan seni dan budaya berbasis masyarakat seperti Busu Jaman Biyen (BJB) 2026 untuk terus dikembangkan sebagai kekuatan baru sektor pariwisata daerah.
Kegiatan yang digelar di Dusun Busu, Desa Slamparejo, Kecamatan Jabung ini mendapat apresiasi dari Disparbud Kabupaten Malang karena dinilai mampu mengangkat potensi seni lokal sekaligus menjadi daya tarik wisata.
Kepala Disparbud Kabupaten Malang, Firmando Hasiholan Matondang, mengatakan BJB 2026 menjadi bukti bahwa wilayah Kabupaten Malang memiliki kekuatan seni yang bisa dikembangkan lebih jauh.
“Di Jabung ternyata ada kekuatan seni yang harus kita pelihara untuk menjadi kekuatan pariwisata Kabupaten Malang,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).
Menurutnya, kegiatan seperti BJB tidak hanya menjadi ruang ekspresi bagi pelaku seni, tetapi juga memiliki nilai strategis dalam mendongkrak kunjungan wisatawan melalui pendekatan budaya.
Karena itu, Disparbud Kabupaten Malang terus mendorong daerah lain untuk menghadirkan event serupa dengan mengangkat nilai historis dan kearifan lokal masing-masing wilayah.
“Pastinya kita terus mendorong daerah-daerah lain untuk memiliki kegiatan seperti yang di Jabung,” tuturnya.
Dalam pelaksanaannya, Disparbud berperan sebagai pendamping dan fasilitator, termasuk membantu kelompok seni ketika mengakses program bantuan dari pemerintah pusat.
“Karena itu memang program nasional, keputusan ada di kementerian. Peran kami hanya mendampingi,” jelasnya.
Ke depan, Disparbud menargetkan seni dan budaya dapat menjadi ciri khas pariwisata Kabupaten Malang yang mampu bersaing dengan daerah lain.
“Kesenian dan kebudayaan ini kita bangkitkan kembali untuk menjadi ciri pariwisata yang membedakan Malang dengan Jogja dan Bali,” katanya.
Selain itu, kolaborasi antara pelaku seni dan sektor pariwisata juga terus didorong. Sejumlah kelompok kesenian bahkan telah bekerja sama dengan hotel dan destinasi wisata untuk tampil secara rutin.
Langkah ini diharapkan mampu memperluas ruang tampil bagi pelaku seni sekaligus memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Malang.
Tak hanya itu, kesenian tradisional seperti Wayang Topeng yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda juga terus didorong untuk aktif dipentaskan dan dikenal lebih luas.
Disparbud pun berharap seluruh pihak, mulai dari pelaku seni hingga sektor pariwisata, dapat terus berkolaborasi agar kegiatan seperti BJB 2026 tidak hanya menjadi event sesaat, tetapi berkembang menjadi agenda wisata unggulan daerah.
“Minimal jadwal latihan dan kegiatan bisa diinformasikan ke agen travel, pemandu wisata, hingga PHRI, sehingga wisatawan tidak hanya datang ke destinasi, tetapi juga ke pertunjukan seni,” pungkasnya. (yog/bob)








