Kabupaten Malang, blok-a.com – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang terus mendorong penguatan kolaborasi antar pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai strategi utama meningkatkan kunjungan wisatawan. Penguatan itu ditunjukkan dengan digelarnya sarasehan bersama para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Malang pada Kamis (16/4/2026) di Kantri Restaurant, Kecamatan Singosari.
Kepala Disparbud Kabupaten Malang, Firmando Hasiholan Matondang, mengatakan peran dinas bukan pada pengembangan UMKM dari sisi produksi, melainkan menciptakan pasar melalui sinergi dengan sektor pariwisata. Fokus yang diemban Disparbud yakni bagaimana cara meramaikan pasar wisata di Kabupaten Malang.
“Ekonomi kreatif ini tambahan tugas baru di Disparbud. Tugas kami bukan berbicara bagaimana hidupnya UMKM, itu ada di Perindag sama Dinas Koperasi. Tugas kami bagaimana mereka lebih bergaya lagi, bagaimana menciptakan pasarnya,” ujarnya.
Menurutnya, upaya tersebut dilakukan dengan menggandeng pelaku UMKM dengan ekosistem pariwisata, mulai dari perhotelan, asosiasi, hingga pemandu wisata.
“Kami hubungkan dengan stakeholder pariwisata. Pelaku UMKM ini bisa bergerak bersama pelaku wisata, perhotelan, asosiasi, sampai tour guide. Ini yang menjadi forum kolaborasi,” bebernya.
Firmando menegaskan, kolaborasi menjadi kunci utama dalam mengembangkan sektor pariwisata Kabupaten Malang. Ia menilai, tidak mungkin pengembangan dilakukan secara sendiri-sendiri.
“Kolaborasi itu penting, karena kita tidak bisa jalan sendiri. Destinasi bisa saling mengenalkan, titip brosur, saling promosi di media sosial. Harapannya tercipta simfoni pariwisata di Kabupaten Malang,” katanya.
Ia menambahkan, tujuan utama dari penguatan kolaborasi ini adalah meningkatkan kehadiran wisatawan, sekaligus memperkuat promosi destinasi secara bersama-sama.
“Kalau bicara pariwisata ya tujuannya kehadiran wisatawan. Kami juga terbatas SDM, jadi butuh dukungan semua pihak untuk saling mengingatkan dan memperbaiki kekurangan di destinasi,” ungkapnya.
Selain itu, Disparbud juga telah mengkurasi berbagai agenda event yang dapat dimanfaatkan pelaku wisata sebagai bahan promosi kepada wisatawan.
“Event-event ini sudah kami kurasi. Nanti travel agent dan HPI bisa tahu jadwalnya, misalnya ada pertunjukan seni tiap akhir pekan di hotel atau destinasi. Ini menambah kekuatan promosi,” jelasnya.
Berdasarkan data sementara, kunjungan wisata di Kabupaten Malang telah mencapai lebih dari 5 juta dari sekitar 80 persen destinasi yang melaporkan data.
“Dari 80 persen destinasi yang melapor, kunjungannya 5 juta lebih. Sementara BPS menghitung pergerakan orang ke Kabupaten Malang itu sekitar 10 juta,” katanya.
Ke depan, pihaknya berharap sektor pariwisata Kabupaten Malang tidak hanya meningkat dari sisi jumlah kunjungan, tetapi juga kualitas pelayanan kepada wisatawan.
“Harapannya wisata yang adiluhung, yang ramah tamah. Wisatawan merasa aman, puas, dan ingin kembali. Kekuatan kita ada di seni dan budaya yang membedakan Malang dengan daerah lain,” pungkasnya. (yog/bob)








