Relawan Bakal Punya Gedung Sendiri di Kabupaten Malang

Gendung Markas PMI Cabang Kabupaten Malang (blok-a.com/ Putu Ayu Pratama S)
Gendung Markas PMI Cabang Kabupaten Malang (blok-a.com/ Putu Ayu Pratama S)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Bertepatan dengan Hari Palang Merah (PMI) Dunia, PMI Cabang Kabupaten Malang berencana akan membangun gedung khusus relawan.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua PMI Cabang Kabupaten Malang, Jajuk Rendra Kresna saat meresmikan Markas PMI Cabang Kabupaten Malang serta dua gedung pelayanan yang sempat dilakukan renovasi, pada Rabu (8/5/2024)

Dua gedung pelayanan yang diresmikan secara bersamaan yakni Unit Transfusi Darah (UTD) Kecamatan Kepanjen dan UTD Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang.

“Selain tiga gedung yang sudah kami resmikan, kami masih punya tanggungan untuk satu gedung yang akan kami persembahkan untuk teman relawan,” ujar Jajuk saat ditemui di peresmian Markas PMI, pada Rabu (8/5/2024).

Perlu diketahui, Kabupaten Malang sendiri memiliki sebanyak 3 ribu relawan. Jajuk mengatakan, jumlah tersebut cukup banyak sehingga diperlukan ruangan khusus untuk kegiatan para relawan yang tergabung.

“Karena tanpa mereka (relawan) kita tidak bisa apa-apa. Justru yang di lapangan itu mereka. Dan jumlahnya jauh lebih besar dari kami yang ada di kantor,” tambahnya.

Rencananya, gendung khusus relawan akan didirikan di belakang Markas PMI Cabang Kabupaten Malang. Namun, hal tersebut masih dalam bentuk perencanaan.

“Gedung relawan akan didirikan di belakang gedung ini (gedung Markas). Nanti ada tempat dibuat untuk mereka berdiskusi, mau apapun ada tempat istirahat khusus buat mereka,” jelasnya.

Rencana tersebut tentunya menjadi perhatian lebih Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang. Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Malang, Didik Gatot Subroto.

Ia mengatakan, kedepan Pemkab Malang akan memberikan support anggaran untuk pembangunan gedung relawan di Markas PMI Cabang Kabupaten Malang.

“Relawan ini kan akan membantukan tenaga ekstra. Tenaga, pikiran dan semuanya, maka bagaimana relawan ini diberikan wujud, proses untuk menju lokis-lokasi itu atau pulang dari memberikan bantuan perlu istirahat dan sebagainya.

“Saya rasa relawan ini memang membutuhakan tempat. Untuk menyiapkan tenaga, pikiran dan semuanya sehingga ketika akan menuju lokasi ataupun sepulang dari lokasi perlu istirahat dan sebagainya,” katanya.

Sehingga ia menyarankan, agar PMI Kabupaten Malang dapat mengajukan permohonan anggaran kepada Pemkab Malang melalui Perubahan Anggaran Keuangan di 2024 mendatang maupun melalui anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) 2025 mendatang.

“Selain anggaran untuk gedung, yang jelas kita memberikan dana hibah tahunan sekiatr Rp1,5 miliar itu kita berikan yang dipergunakan untuk mendukung kegiatan seluruh aktivitas dari PMI,” pungkasnya. (ptu)