Kota Malang, blok-a.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang mengidentifikasi penyebab utama kerusakan median jalan di Jalan Veteran dan Jalan Bandung.
Kepala DLH Kota Malang, Noer Rahman Wijaya, menjelaskan bahwa banyaknya pelanggaran lalu lintas berkontribusi signifikan terhadap kerusakan median jalan tersebut.
“Akhir-akhir ini memang banyak kejadian pelanggaran lalu lintas yang menyebabkan kerusakan pada median jalan, khususnya di Jalan Veteran dan Jalan Bandung,” ujar sosok yang akrab disapa Rahman itu.
Akhir-akhir ini, pelanggaran lalu lintas ini semakin meningkat sehingga menyebabkan median jalan yang semula baik-baik saja menjadi rusak parah di beberapa titik.
Rahman menambahkan bahwa berdasarkan identifikasi dan koordinasi dengan unit laka lantas Polresta Malang Kota, banyak pengendara yang belum cukup fasih dalam menyetir.
“Berdasarkan identifikasi dan koordinasi kami dengan unit laka lantas Polresta Malang Kota, banyak pengendara yang belum cukup fasih dalam menyetir,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Rahman menjelaskan ada dua faktor utama yang menyebabkan kelalaian pengemudi hingga merusak median jalan itu.
“Ada kelalaian yang muncul karena dua hal. Pertama, secara kemampuan mengendarai kendaraan, meskipun pengemudi sudah memiliki SIM, namun belum fasih dan banyak yang masih dalam tahap belajar,” jelasnya.
Pengendara yang masih belajar ini sering kali kurang mahir mengendalikan kendaraannya, sehingga lebih mudah terlibat dalam kecelakaan yang merusak median jalan seperti yang beberapa kali terjadi di putar balik depan Taman Makam Pahlawan.
Faktor kedua yang turut menyebabkan kerusakan adalah pengendara yang pulang dari tempat hiburan malam.
“Kedua, banyak kejadian menjelang dini hari di mana beberapa area tersebut digunakan oleh pengendara yang pulang dari tempat hiburan malam,” kata Rahman.
Menurut Rahman, pengendara yang pulang larut malam ini sering kali berada dalam kondisi yang tidak optimal untuk mengemudi.
Rahman menambahkan bahwa kondisi pengendara yang tidak dalam tingkat kesadaran baik, entah karena mabuk atau mengantuk sering kali mengakibatkan kontrol kendaraan tidak maksimal dan menyebabkan kerusakan median jalan.
“Kondisi pengendara yang tidak dalam tingkat kesadaran baik, entah karena mabuk atau mengantuk, turut berkontribusi pada kerusakan median jalan,” tuturnya.








