Seleksi Dewan Pendidikan Kota Malang 2026–2030, 68 Pendaftar Lolos Tahap Awal

Seleksi Dewan Pendidikan Kota Malang 2026–2030, 68 Pendaftar Lolos Tahap Awal
Seleksi Dewan Pendidikan Kota Malang 2026–2030, 68 Pendaftar Lolos Tahap Awal

Kota Malang, blok-a.com – Proses pemilihan anggota Dewan Pendidikan Kota Malang (DPKM) periode 2026–2030 resmi dimulai sejak pengumuman pendaftaran pada 15 April 2026 dan pendaftaran resmi ditutup pada 24 April 2026 pukul 23.59 WIB. Pembukaan pendaftaran yang diumumkan oleh Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang mendapat perhatian luas dari masyarakat.

Antusiasme publik terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai 68 orang. Para calon berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari akademisi, dosen, guru, pemerhati pendidikan, penyelenggara pendidikan, organisasi profesi berbasis pendidikan, organisasi sosial kemasyarakatan, tokoh masyarakat, hingga kalangan pengusaha.

Ketua Panitia Seleksi Dewan Pendidikan Kota Malang, Suwarjana, SE, MM, mengatakan tingginya minat masyarakat tersebut menjadi indikator kuat bahwa partisipasi publik dalam mendukung dunia pendidikan terus meningkat.

“Jumlah pendaftar yang mencapai 68 orang ini menunjukkan bahwa masyarakat memiliki perhatian besar terhadap dunia pendidikan. Ini menjadi indikator bahwa partisipasi publik dalam mendukung kebijakan dan pengawasan pendidikan terus meningkat,” ujar Suwarjana, yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang.

Menurutnya, Dewan Pendidikan memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah daerah dalam memberikan masukan, pertimbangan, dukungan, hingga pengawasan terhadap kebijakan pendidikan di Kota Malang.

“Dewan Pendidikan bukan hanya sebagai pelengkap, tetapi menjadi mitra sinergis dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dalam mewujudkan pendidikan yang lebih baik, berkualitas, dan berkelanjutan di Kota Malang,” tegasnya.

Daftar 68 Pendaftar Lengkap dengan Gelar dan Unsurnya

Berikut nama-nama pendaftar Dewan Pendidikan Kota Malang periode 2026–2030:

1. Deny Handrianata Mahendra – Organisasi Profesi Berbasis Pendidikan
2. Tri Oky Rudianto Prastijo, S.E., M.Si – Pakar Pendidikan
3. Anudiyan Amir Mas’ud – Organisasi Profesi Berbasis Pendidikan
4. Retno Wulan, S.E., M.M – Pakar Pendidikan
5. Dr. Sumi Lestari, S.Psi., M.Si – Pakar Pendidikan
6. Jojon Suherman – Pengusaha
7. Dr. Ir. Aladin Eko Purkuncoro, S.T., M.T. – Penyelenggara Pendidikan
8. Septa Rahadian – Penyelenggara Pendidikan
9. Zuhro Rosyidah – Organisasi Sosial Kemasyarakatan
10. H. Lulut Widodo – Penyelenggara Pendidikan
11. Dodik Teguh Pribadi – Pakar Pendidikan
12. Afkar Hanif Syaifuddin – Organisasi Sosial Kemasyarakatan
13. Wahyu Widodo – Organisasi Sosial Kemasyarakatan
14. Muchammad Fahazza, S.T. – Organisasi Sosial Kemasyarakatan
15. Yoga Klody Arianto – Organisasi Sosial Kemasyarakatan
16. Febby Cahya Triandra – Pakar Pendidikan
17. Alfian Fawaidil Wafa – Organisasi Profesi Berbasis Pendidikan
18. Supaat, S.Sos – Pendidikan berbasis kekhasan agama atau sosial budaya
19. Ratih Nila Pamungkas – Penyelenggara Pendidikan
20. Dr. Daroe Iswatiningsih, M.Si. – Pakar Pendidikan
21. Dr. Ninik Kristiani, M.Pd – Organisasi Profesi Berbasis Pendidikan
22. Rakai Hino Galeswangi – Institusi Pendidikan bertaraf Internasional
23. Mirza Pradila Anggrelia – Organisasi Sosial Kemasyarakatan
24. Dr. Dhiah Saptorini, S.E., M.Pd – Pakar Pendidikan
25. Prof. Dr. H. Ahmad Barizi, M.A – Pendidikan berbasis kekhasan agama atau sosial budaya
26. Aan Jelli Priana – Pakar Pendidikan
27. Dwi Romadhika – Pendidikan berbasis kekhasan agama atau sosial budaya
28. Dr. H. Harinoto, S.Pd., M.M – Pakar Pendidikan
29. Prof. Ir. Ratih Indri Hapsari, S.T., M.T., Ph.D., IPM., ASEAN Eng. – Institusi Pendidikan bertaraf Internasional
30. Nova Febrian Alfianita, S.Pd. – Pakar Pendidikan
31. Dr. Hamiddin, S.Pd., M.Pd – Penyelenggara Pendidikan
32. Dwi Asnawi Nurhananto, S.P., M.P. – Penyelenggara Pendidikan
33. Ratnaningsih, S.Pd – Organisasi Sosial Kemasyarakatan
34. Muhammad Andika Rizqi Fauzi – Penyelenggara Pendidikan
35. Imam Shubekhi Akhmad Riduwan, S.Pd – Organisasi Profesi Berbasis Pendidikan
36. Dr. Dra. Husnul Chotimah, M.Pd. – Organisasi Profesi Berbasis Pendidikan
37. Dr. H. Sutaman, M.A – Pakar Pendidikan
38. Dr. Muhammad Muhson, M.PdI – Organisasi Sosial Kemasyarakatan
39. Prof. Dr. Ir. Tries Edy Wahyono, M.M – Penyelenggara Pendidikan
40. Robby Cahyadi, M.Pd – Pakar Pendidikan
41. Fatin Philia Hikmah – Pakar Pendidikan
42. Adi Khisbul Wathon, S.H. – Organisasi Sosial Kemasyarakatan
43. Sadia Mewar – Organisasi Profesi Berbasis Pendidikan
44. Catur Mulyono, S.E. – Pakar Pendidikan
45. Diah Rachmawatie Novida, S.E., M.M – Organisasi Sosial Kemasyarakatan
46. dr Martina Sylviarini Suryawidarti – Pakar Pendidikan
47. Ir. Maria Anisa, S.T., M.M., C.SS.C.Pst., C.PS., C.CL – Pakar Pendidikan
48. Ihda Khairun Nisa – Pakar Pendidikan
49. Drs. Syamsul Arifin, M.Ed – Penyelenggara Pendidikan
50. Hery Susianto – Pengusaha
51. Drs. Winarto, M.Pd – Pendidikan berbasis kekhasan agama atau sosial budaya
52. Arif Nur Rochman – Penyelenggara Pendidikan
53. Ma’rufah – Pakar Pendidikan
54. Norma Wahyu Tri Mentari, M.Pd – Institusi Pendidikan bertaraf Internasional
55. Nur Hasan Asy’ari – Pendidikan berbasis kekhasan agama atau sosial budaya
56. Waznun Nuschi – Organisasi Sosial Kemasyarakatan
57. Khalikussabir – Organisasi Sosial Kemasyarakatan
58. Dr. Slamet, M.Si – Pakar Pendidikan
59. Triagung Yuliyana – Pakar Pendidikan
60. Arif Subekti, S.Pd., M.A – Penyelenggara Pendidikan
61. Retno Wulandari, S.E., M.SA., Akt., CPFR., CSRS – Pakar Pendidikan
62. Yulius Setyo Nugroho – Pendidikan berbasis kekhasan agama atau sosial budaya
63. Souvi Agustyarini, S.Pd., M.Pd – Penyelenggara Pendidikan
64. Dudung Ma’ruf Nuris – Organisasi Profesi Berbasis Pendidikan
65. Leni Gonadi, S.Pd., M.Pd., Ph.D – Pakar Pendidikan
66. Ahmad Fauzan Rohmani – Organisasi Sosial Kemasyarakatan
67. Dewi Yuhana, S.Psi – Pengusaha
68. Kartika Dwi Nawasita – Organisasi Sosial Kemasyarakatan

Tahapan Seleksi

Suwarjana menjelaskan, seluruh pendaftar selanjutnya akan menjalani seleksi administrasi. Peserta yang dinyatakan lolos akan mengikuti tahapan wawancara dan uji publik.

“Peserta yang dinyatakan lolos administrasi akan mengikuti uji publik dan wawancara tentang ide, gagasan, serta motivasi dalam pengembangan pendidikan Kota Malang yang dapat menjadi kontribusi nyata dalam mewujudkan Ngalam Pinter melalui pendidikan Kota Malang mbois berkelas,” jelasnya.

Dari tahapan tersebut, nantinya akan dipilih 22 calon anggota Dewan Pendidikan yang diajukan kepada Wali Kota Malang. Selanjutnya, berdasarkan usulan Panitia Seleksi, Wali Kota Malang akan menetapkan 11 anggota Dewan Pendidikan Kota Malang periode 2026–2030.

“Dari proses seleksi itu nantinya akan dipilih 22 calon anggota Dewan Pendidikan, kemudian Wali Kota akan menetapkan 11 anggota definitif sesuai ketentuan Peraturan Wali Kota Nomor 33 Tahun 2020,” lanjut Suwarjana.

Ia menegaskan seluruh proses dilakukan secara bertahap, objektif, transparan, dan akuntabel dengan melibatkan berbagai unsur.

Panitia Pemilihan Dewan Pendidikan Kota Malang terdiri dari unsur pemerintah daerah yakni Wali Kota Malang dan Sekretaris Daerah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Bagian Hukum Pemerintah Daerah Kota Malang, Inspektorat Kota Malang, serta akademisi dari Universitas Brawijaya, Universitas Muhammadiyah Malang, dan Universitas Islam Malang.

Jadwal Seleksi Dewan Pendidikan Kota Malang

Berikut tahapan seleksi Dewan Pendidikan Kota Malang periode 2026–2030:

* 15–21 April 2026 : Pengumuman
* 16–24 April 2026 : Pendaftaran
* 27 April–5 Mei 2026 : Seleksi Administrasi
* 6 Mei 2026 : Pengumuman hasil seleksi administrasi
* 11–13 Mei 2026 : Seleksi Wawancara
* 15 Mei 2026 : Pengumuman hasil seleksi wawancara
* 18 Mei 2026 : Usulan calon anggota Dewan kepada Wali Kota Malang
* Juni 2026 : Penetapan anggota Dewan oleh Wali Kota Malang
* Juli 2026 : Pengukuhan anggota Dewan

“Panitia berkomitmen menjaring kandidat yang memiliki kapasitas, integritas, serta dedikasi tinggi terhadap peningkatan mutu pendidikan di Kota Malang. Harapannya, anggota Dewan Pendidikan yang terpilih benar-benar mampu memberikan kontribusi nyata dalam merumuskan kebijakan dan mengawal mutu pendidikan di Kota Malang,” pungkas Suwarjana. (bob)