Alokasi Pupuk Bersubsidi di Kota Malang 2024, Apa Cukup dengan Kebutuhan Petani?

Caption: Pj Wali Kota Bersama Kadis Dispangtan Kota Malang, Kamis (4/7/2024) (blok-a/Andik Agus)
Caption: Pj Wali Kota Bersama Kadis Dispangtan Kota Malang, Kamis (4/7/2024) (blok-a/Andik Agus)

Kota Malang, blok-a.com – Kouta pupuk bersubsidi yang berada di 4 wilayah Kecamatan di Kota Malang cukup meningkat pada tahun 2024.


Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, secara usulan E RDKK
sebanyak 1.227 ton.

Sebagai informasi, sistem Aplikasi e-RDKK ini merupakan aplikasi yang digunakan kelompoktani dalam menyusun Rencana definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) dengan pendampingan dari Penyuluh Pertanian di lokasi masing-masing.

Kepala Dispangtan Kota Malang Slamet Husnan Hariyadi mengatakan, untuk tahun 2024, kita usulkan 1.227 ton pupuk bersubsidi baik pupuk Urea dan pupuk NPK di tahun 2024.

” Alhamdulilah, dalam pertengahan tahun ini dari usulan 500 ton dinaikkan menjadi 700 ton yang diperoleh dari usulan 1.227 ton, baik Pupuk Urea maupun Pupuk NPK ” kata Slamet kepada awak media, Kamis (4/7/2024).

Dalam rincian, kata Slamet, pupuk Urea sebanyak 526 ton dan Pupuk NPK sebanyak 701 ton. Jumlah tersebut meningkat hampir 100 persen dari alokasi yang diberikan untuk Kota Malang.

“Jadi pada tahun 2023 lalu,
alokasi pupuk bersubsidi yang diterima Kota Malang hanya 635 ton. Masing-masing sebanyak 307 ton untuk Pupuk Urea dan sebanyak 328 ton untuk Pupuk NPK” bebernya .

Namun demikian menurut Slamet, jumlah alokasi pupuk bersubsidi yang diterima Kota Malang terbilang masih jauh dari total kebutuhan. Dirinya tak menyebut angka pasti, hanya saja diperkirakan kebutuhannya dua kali lipat dari alokasi yang diterima saat ini. 

“Kebutuhan pupuk di Malang kalau real sekitar 2 kali lipat pupuk subsidi. Untuk memenuhi kebutuhannya petani terpaksa menggunakan pupuk yang non subsidi,” jelas Slamet

Untuk jumlah petani yang ada di Kota Malang, Slamet mengatakan berdasarkan data saat ini ada 2.562 petani tersebar di 4 Kecamatan.

“Untuk petani di Kecamatan Blimbing ada 121, Kedungkandang ada 1.817, Lowokwaru ada 362, Sukun ada 262 dan Klojen nihil petani,”imbuhnya

Disamping itu, di Kota Malang ada 6 kios yang menyediakan pupuk bersubsidi baik Urea maupun NPK

“Sedangkan untuk Pesticida dan benih, itu ada lima Toko Tani. Dan sampai sekarang jumlahnya tetap tidak berubah,” bebernya

Berdasarkan evaluasi teman-teman penyuluh, kemudian evaluasi dari Pupuk Indonesia, Kios Kios Tani di Kota Malang .

” Untuk kios kios pupuk yang ada di Kota Melang relatif kondusif untuk kegiatan distribusi.” tandasnya