Kabupaten Malang, blok-a.com – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi ujung tombak distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Malang. Namun, pelaksanaannya kini tengah mendapat sorotan karena diduga terjadi praktik monopoli pendistribusian oleh salah satu dapur SPPG.
Program MBG yang digagas Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka itu sejatinya bertujuan untuk mengurangi angka stunting dan meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Setiap dapur SPPG secara standar ditetapkan mampu melayani hingga 2.500 porsi makanan bergizi per hari untuk berbagai lembaga penerima manfaat.
Namun, di lapangan ditemukan indikasi adanya dapur SPPG di Kecamatan Bululawang yang hanya menyalurkan makanan ke lembaga pendidikan milik yayasannya sendiri, tanpa melibatkan lembaga lain sebagaimana mestinya.
Kondisi tersebut menimbulkan dugaan adanya monopoli distribusi MBG di wilayah tersebut.
Sekretaris I Satgas MBG Kabupaten Malang sekaligus Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Mahila Surya Dewi, menegaskan bahwa sistem SPPG tidak boleh bersifat eksklusif.
“SPPG itu seharusnya bisa mendistribusikan MBG ke beberapa sasaran. Jika ada dugaan monopoli, kami akan ambil langkah agar distribusi berjalan sesuai ketentuan,” ujarnya, Minggu (9/11/2025).
Mahila menjelaskan, dapur SPPG memiliki tanggung jawab menyalurkan makanan bergizi ke berbagai lembaga — mulai dari sekolah, PAUD, PKBM, Lapas, panti asuhan, hingga pondok pesantren. Karena itu, pendistribusian yang hanya menyasar satu lembaga jelas menyalahi semangat pemerataan program MBG.
Selain itu, Satgas MBG Kabupaten Malang juga menegaskan komitmennya untuk memperkuat sistem pengawasan di seluruh jaringan SPPG, termasuk dalam hal pendataan bahan baku dan pemasok.
“Satgas MBG akan terus mengawasi seluruh dapur SPPG. Kualitas dan keamanan makanan juga kami pantau secara ketat agar tepat sasaran,” tegas Mahila.
Ia menambahkan, Pemkab Malang mendorong setiap dapur SPPG untuk memperluas jaringan supplier bahan pangan lokal, guna memastikan manfaat ekonomi program MBG juga dirasakan petani, peternak, dan pelaku UMKM di daerah.
“Kami ingin distribusi SPPG di Malang ini bukan hanya soal gizi, tapi juga soal pemerataan manfaat. Semua pihak lokal harus ikut terlibat,” pungkasnya.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program nasional prioritas yang berfokus pada peningkatan gizi masyarakat serta pembangunan sumber daya manusia, dan kini tengah menjadi perhatian publik dalam hal transparansi serta pemerataan distribusi di daerah. (yog/bob)








