Soal Suspend SPPG, GAPEMBI Malang Raya Minta Mitra Segera Berbenah

SPPG Tulusrejo 2 Malang yang berada dalam naungan Gapembi Jawa Timur (foto: Blok-a.com / Bob Bimantara Leander)
SPPG Tulusrejo 2 Malang yang berada dalam naungan Gapembi Jawa Timur (foto: Blok-a.com / Bob Bimantara Leander)

Kabupaten Malang, Blok-a.com – Sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Malang Raya dilaporkan mengalami penghentian operasional sementara (suspend) akibat belum memenuhi sejumlah standar yang ditetapkan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ketua Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (GAPEMBI) Malang Raya, R. Djoni Sudjatmoko, mengatakan mekanisme suspend merupakan bagian dari prosedur pengawasan yang harus dihormati seluruh mitra. Menurutnya, suspend bukanlah bentuk hukuman, melainkan kesempatan bagi pengelola untuk melakukan perbaikan.

“Jadi suspend itu bagian dari SOP, ya harus kita ikuti. Karena ada yang dilihat, difoto, ada yang belum masuk standar misalkan IPAL-nya. Harus diperbaiki,” ujar Djoni saat dikonfirmasi, Jumat (5/6/2026).

Ia mengungkapkan, jumlah SPPG yang terkena suspend di Malang Raya mencapai puluhan unit. Namun sebagian besar persoalan yang ditemukan berkaitan dengan instalasi pengolahan air limbah (IPAL).

“Ada, saya enggak terlalu mengikuti kemarin itu ada berapa di Malang Raya ini. Mungkin sekitar puluhan,” ungkapnya.

Djoni menerangkan persoalan IPAL relatif mudah diselesaikan karena hanya membutuhkan pelengkapan atau penyesuaian fasilitas sesuai standar yang ditetapkan.

“Yang banyak karena IPAL. Nah, IPAL itu kan ringan, cuma harus diperbaiki. Tinggal dibeli, tinggal dilengkapi yang belum, yang kurang-kurang, langsung jalan lagi,” jelasnya.

Meskipun SPPG yang terkena suspend bukan bagian dari GAPEMBI, ia meminta seluruh pengelola tidak menunda proses perbaikan. Semakin cepat pembenahan dilakukan, semakin cepat pula operasional dapur dapat kembali berjalan.

“Teman-teman yang di-suspend ya buru-buru perbaiki. Karena ya gimana, mau enggak mau harus memperbaiki,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan dampak penghentian operasional sementara tidak hanya dirasakan pengelola SPPG. Namun, juga berdampak pada relawan dan penerima manfaat program MBG yang bergantung pada layanan tersebut.

“Penerima manfaat, relawan, ya kita kan kasihan itu. Juga enggak menerima insentif. Jadi manfaatnya terhenti. Makanya kita ya buru-buru kalau yang kena suspend,” tuturnya.

Sebagai organisasi yang menaungi para mitra MBG, GAPEMBI Malang Raya memastikan siap memberikan pendampingan apabila terdapat anggota yang mengalami kendala hingga operasionalnya dihentikan sementara.

“Kalau ada anggota kita yang kena suspend, langsung kita bantu. Kita mentor supaya segera diperbaiki. Kadang yang kena suspend bingung memperbaikinya bagaimana. Tim GAPEMBI langsung turun untuk mementori memperbaiki dengan cepat supaya segera dibuka kembali,” pungkasnya. (yog/ova)