Kabupaten Malang, blok-a.com – Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) resmi memperpanjang penutupan jalur pendakian Gunung Semeru menyusul meningkatnya potensi cuaca ekstrem di Jawa Timur selama Desember 2025. Keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan peringatan BMKG terkait intensitas hujan tinggi, potensi longsor, hingga angin kencang.
Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, menegaskan bahwa keselamatan pengunjung menjadi prioritas utama dalam keputusan ini.
“Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi dan perlindungan demi keselamatan serta kenyamanan pengunjung dari ancaman bencana alam yang mungkin terjadi,” ujar Rudijanta, Rabu (10/12/2025).
Penutupan berlaku hingga batas waktu yang belum ditetapkan. TNBTS memastikan pendaki yang telah memesan tiket melalui sistem daring di bromotenggersemeru.id untuk periode 20 November – 18 Desember 2025 akan mendapatkan kesempatan penjadwalan ulang.
Mekanisme reschedule akan diumumkan setelah TNBTS menetapkan tanggal pembukaan kembali jalur pendakian, melalui kanal resmi lembaga tersebut.
Meski pendakian Semeru dihentikan sementara, destinasi wisata lain seperti kawasan Bromo dan Ranu Regulo tetap beroperasi. Namun, TNBTS mengimbau wisatawan untuk tidak mendekati zona rawan bencana, terutama kawasan kawah Bromo atau area Planet Bromo.
Area itu merupakan lokasi pemasangan seismograf pemantau aktivitas vulkanik sehingga memiliki risiko lebih tinggi.
Rudijanta menambahkan bahwa kegiatan pendakian ilegal akan ditindak tegas demi menjaga keamanan sekaligus kelestarian kawasan konservasi.
“Seluruh calon pengunjung wajib mematuhi keputusan ini. Segala bentuk aktivitas pendakian ilegal di kawasan konservasi akan dikenakan peringatan dan tindakan tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” jelasnya. (yog/bob)








