Kabupaten Malang, blok-a.com – Menjelang libur panjang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malang memastikan ketersediaan pangan strategis berada dalam kondisi aman. Meski kebutuhan masyarakat diproyeksikan meningkat hingga 8,53 persen, stok bahan pokok dinilai masih mencukupi.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malang, Mahila Surya Dewi, menyampaikan bahwa kebutuhan pangan tahunan di Kabupaten Malang tergolong besar. Di antaranya meliputi 188 ribu ton beras, 1.416 ton cabai besar, 6.777 ton cabai rawit, 11.044 ton bawang merah, 7.623 ton bawang putih, 1.646 ton daging sapi, 17.054 ton daging ayam, 18.714 ton telur ayam, 19.879 ton gula pasir, serta 26.979 ton minyak goreng.
“Ketersediaan pangan kita relatif aman. Berdasarkan proyeksi, stok cukup untuk 1,4 bulan ke depan. Namun penguatan cadangan pangan tetap harus dilakukan, terutama untuk komoditas musiman yang rentan terdampak cuaca ekstrem,” ujar Mahila, Rabu (17/12/2025).
Mahila menjelaskan, peningkatan permintaan pangan menjelang Nataru tidak hanya berasal dari konsumsi rumah tangga, tetapi juga dipengaruhi oleh meningkatnya aktivitas pariwisata, industri makanan, serta kebutuhan kegiatan keagamaan.
“Kami sudah menyiapkan langkah penguatan pasokan agar lonjakan permintaan tidak memicu gejolak harga. Penguatan cadangan pangan 8 hingga 10 persen tetap harus dilakukan, khususnya untuk komoditas musiman,” tambahnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang, Astri Lutfiatunisa, menyampaikan pihaknya terus memperketat pengawasan distribusi barang kebutuhan pokok. Sejumlah komoditas seperti ayam potong, telur, cabai rawit, bawang merah, dan wortel menjadi fokus pemantauan karena mengalami kecenderungan kenaikan harga.
“Kami melakukan pengawasan distribusi Minyakita, pelaksanaan Pasar Murah 2025, sidak pasar, serta monitoring harga harian. Kami mengimbau pelaku usaha tidak berspekulasi dan masyarakat berbelanja secara bijak agar tidak terjadi panic buying,” kata Astri.
Sebelumnya, Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib, dalam High Level Meeting (HLM) bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), Rabu (10/12/2025), menyampaikan pengendalian harga membutuhkan respons cepat dan kolaboratif lintas sektor.
Berdasarkan data TPID, Indeks Perkembangan Harga (IPH) Kabupaten Malang tercatat meningkat dari 0,40 pada pekan ketiga November menjadi 2,30 pada pekan pertama Desember 2025. Lathifah meminta TPID memperkuat pengamanan jalur distribusi, mencegah praktik penimbunan, serta mengintensifkan publikasi harga harian agar masyarakat tidak terpengaruh isu yang tidak berdasar.
“Kenaikan IPH ini menjadi sinyal bahwa kebutuhan masyarakat meningkat. Maka dua hal harus dipastikan, yakni pasokan tetap aman dan harga tetap wajar,” ujar Lathifah. (yog/bob)








