Kota Malang, blok-a.com – Volume sampah di Kota Malang mengalami lonjakan signifikan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Setiap harinya, jumlah sampah meningkat sekitar 25 ton dibandingkan hari normal.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Gamaliel Raymond Matondang, mengatakan kenaikan tersebut bahkan melampaui prediksi awal yang hanya sekitar 20 ton per hari.
“Jika hari biasa volume sampah berada di kisaran 720 sampai 730 ton per hari. Selama libur Nataru terjadi peningkatan sekitar 25 ton, sehingga totalnya bisa mencapai 755 ton per hari,” ujar Raymond, Minggu (28/12/2025).
Menurutnya, lonjakan volume sampah dipicu meningkatnya aktivitas masyarakat selama libur panjang. Sejumlah titik dengan mobilitas tinggi menjadi penyumbang utama, mulai dari pasar tradisional, kawasan kuliner, hingga permukiman padat.
“Kami banyak menemukan peningkatan di sekitar pasar, seperti Pasar Klojen, Oro-oro Dowo, Pasar Kasin, dan Pasar Besar. Selain itu juga di kawasan kuliner seperti Sudimoro serta perumahan dan kos-kosan mahasiswa,” jelasnya.
Dalam kondisi normal, ritase truk pengangkut sampah menuju Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang berkisar 160 hingga 178 truk per hari. Selama libur Nataru, jumlah tersebut diperkirakan meningkat menjadi sekitar 200 truk per hari.
Meski volume dan ritase pengangkutan meningkat, DLH Kota Malang memastikan tidak ada penambahan armada maupun jumlah petugas kebersihan. Penyesuaian dilakukan dengan menambah jam kerja dan frekuensi pengangkutan.
“Kami tidak menambah armada maupun petugas. Jumlahnya tetap, tetapi jam kerja kami tambah. Jika biasanya pengangkutan dilakukan dua kali sehari, sekarang menjadi tiga hingga empat kali,” tambah Raymond.
DLH Kota Malang juga memberi perhatian khusus pada kawasan wisata yang ramai dikunjungi selama libur Nataru, salah satunya Kayutangan Heritage. Di kawasan tersebut, jadwal pengambilan sampah disesuaikan untuk mencegah penumpukan, terutama pada jam-jam padat pengunjung.
“Biasanya pengambilan dilakukan pukul 02.00 sampai 06.00 WIB. Sekarang kami instruksikan agar pengambilan juga dilakukan pada malam hari. Frekuensi pengambilan kami tambah agar sampah tidak menumpuk,” pungkasnya. (bob)








