Alun-Alun Merdeka Malang Belum Bisa Digunakan Saat Malam Tahun Baru

Alun-Alun Merdeka Malang Belum Bisa Digunakan Saat Malam Tahun Baru
Alun-Alun Merdeka Malang Belum Bisa Digunakan Saat Malam Tahun Baru

Kota Malang, blok-a.com – Alun-Alun Merdeka Kota Malang yang selama ini menjadi lokasi favorit warga untuk merayakan malam pergantian tahun, dipastikan belum bisa digunakan saat malam Tahun Baru 2026. Penutupan dilakukan karena proses revitalisasi kawasan alun-alun hingga kini masih berlangsung.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, mengatakan Alun-Alun Merdeka masih ditutup demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat, mengingat pembangunan belum rampung sepenuhnya.

“Belum bisa digunakan. Alun-alun masih tertutup karena memang pembangunannya belum selesai,” ujar Raymond.

Ia menjelaskan, saat ini progres revitalisasi Alun-Alun Merdeka baru mencapai sekitar 50 persen. Sejumlah pekerjaan utama masih terus dikebut, termasuk penyiapan air mancur di bagian tengah taman.

Selain itu, fasilitas playground juga telah datang seluruhnya dan kini masih dalam tahap penataan serta penyelesaian pemasangan. Proses ini membutuhkan waktu agar fasilitas tersebut benar-benar aman dan siap digunakan masyarakat.

Tak hanya itu, DLH Kota Malang juga melakukan perbaikan menyeluruh pada area taman, lampu penerangan, serta fasilitas pendukung lainnya. Termasuk bangunan yang sebelumnya digunakan sebagai perpustakaan, yang kini tengah direvitalisasi agar lebih representatif.

Raymond memastikan, selama seluruh proses tersebut belum selesai, Alun-Alun Merdeka tetap ditutup sepenuhnya, termasuk saat malam pergantian tahun. Hal ini dilakukan untuk menghindari risiko bagi warga yang ingin beraktivitas di dalam kawasan taman.

“Untuk pembukaannya, rencananya sekitar awal atau pertengahan bulan Februari,” jelasnya.

Sebagai informasi, Revitalisasi Alun-Alun Merdeka Kota Malang secara resmi mulai dilaksanakan pada awal Oktober 2025 setelah melalui proses perencanaan dan koordinasi sejak tahun sebelumnya. Proyek ini didanai sepenuhnya melalui dana branding dari Bank Jatim dengan total anggaran sebesar Rp5 miliar. (bob)