Wisuda Unisma Ke-78, 581 Wisudawan Siap ‘Terbang Melesat’ ke Kancah Global

Kampus Universitas Islam Malang (Unisma). (blok-a.com / M Berril Labiq)
Kampus Universitas Islam Malang (Unisma). (blok-a.com / M Berril Labiq)

Kota Malang, blok-a.com – Universitas Islam Malang (UNISMA) menggelar Wisuda Periode ke-78 pada Sabtu (14/2/2026). Total ada 581 wisudawan dari sepuluh fakultas dan satu program pascasarjana yang diwisuda tahun ini, termasuk lima wisudawan asal Timor Leste. Wisuda kali ini juga direncanakan dihadiri Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Wakil Rektor I Unisma, dr. Erna Sulistyowati, MKes., PhD., menjelaskan nuansa wisuda kali ini diwarnai dengan semangat meneladani keikhlasan para pendiri (muassis) UNISMA. Hal itu karena pelaksanaannya berdekatan dengan rangkaian Haul Akbar pendiri kampus dan momentum satu abad Nahdlatul Ulama.

“Wisuda Periode ke-78 memiliki nuansa spiritual yang lebih kental karena berdekatan dengan Haul Akbar ke-44 pendiri UNISMA serta mujahadah kubro menyambut 1 abad Nahdlatul Ulama,” jelas Erna, Jumat (13/2/2026).

Ia menambahkan, para wisudawan periode ini menjadi lulusan pertama setelah capaian terbaru UNISMA pada awal 2026.

“Berdasarkan rilis Webometrics Januari 2026, UNISMA dinobatkan sebagai Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) Terbaik Peringkat 1 se-Indonesia dan Peringkat 12 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) Nasional,” terang Erna.

Capaian tersebut, dinilainya, menjadi bagian dari realisasi visi kampus untuk melompat menuju fase “Terbang Melesat” dalam target World Class University.

Dalam kesempatan itu, Erna juga berpesan agar wisudawan tidak hanya mengandalkan capaian akademik, tetapi juga amanah untuk membawa nama baik almamater. Lulusan Unisma, kata dia, harus mampu menjawab tantangan zaman dengan keseimbangan ilmu dan karakter.

“Di pundak kalian tersemat amanah membawa nama almamater ‘Terbang Melesat’ di kancah global. Jadilah solusi bagi umat dan pemimpin yang berakhlak mulia,” terangnya.

Lebih lanjut, ia menekankan, lulusan Unisma dibekali konsep double engine, yakni keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kekuatan spiritual sebagai fondasi menghadapi tantangan global.

“Bekal intelektual dan spiritual membuat lulusan UNISMA lebih tangguh menghadapi kegagalan, bijak menyikapi kesuksesan, serta memiliki kesehatan mental yang kuat dalam menghadapi tekanan kerja,” pungkasnya. (ber/bob)