Kota Malang, blok-a.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker-PMPTSP) memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan Malang Bersepeda yang digelar untuk memeriahkan HUT ke-11 Jatim Times Network, Sabtu (8/11/2025) besok.
Kepala Disnaker-PMPTSP Kota Malang, Arif Tri Sastyawan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap program Dasa Bakti Wali Kota Malang, khususnya Ngalam Tahes dan Ngalam Asyik. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya mengajak masyarakat berolahraga, tetapi juga membawa dampak positif bagi perekonomian daerah.
“Kami dari Disnaker-PMPTSP mewakili Pemkot Malang, dan kebetulan saya juga Ketua Komunitas Sepeda Lipat Kota Malang. Tujuannya bagus, menyatukan semua komunitas sepeda dari road bike, MTB, sepeda lipat, fixie, BMX, sampai sepeda kuno untuk gowes bersama memeriahkan HUT ke-11 Jatim Times Network,” ujar Arif, Jumat (7/11/2025).
Menurut Arif, kegiatan Malang Bersepeda juga akan menjadi ajang promosi wisata olahraga Kota Malang. Dengan banyaknya peserta dari luar daerah, aktivitas ekonomi lokal turut menggeliat.
“Impact-nya besar. Peserta dari luar kota pasti menginap di hotel, jajan di UMKM lokal, dan membeli oleh-oleh khas Malang. Jadi selain menyehatkan, event ini juga menambah PAD Kota Malang,” jelasnya.
Ia menambahkan, antusiasme masyarakat terhadap kegiatan bersepeda di Kota Malang cukup tinggi. Karena itu, pihaknya berharap event ini bisa terus berlanjut setiap tahun sebagai agenda tetap Kota Malang.
“Kegiatan seperti ini sejalan dengan semangat warga Ngalam yang aktif dan guyub. Gowes bareng ini tidak hanya tentang olahraga, tapi juga silaturahmi antar komunitas dan promosi potensi daerah,” tambahnya.
Arif menjelaskan, start kegiatan akan dimulai dari Balai Kota Malang pada pukul 06.00 WIB, kemudian menempuh jarak sekitar 35 kilometer, dan ditargetkan finis sekitar pukul 11.00 WIB di Jalan Gajayana.
“Kami ingin menjadikan Malang Bersepeda ini momentum positif untuk memperkuat citra Kota Malang sebagai kota ramah pesepeda,” pungkas Arif.
Sementara itu, Sekretaris Malang Bersepeda, Misbachul Munir, mengatakan total peserta yang ikut mencapai 270 orang, dengan sekitar 40 persen di antaranya berasal dari luar Kota Malang, seperti Surabaya, Sidoarjo, dan Jawa Tengah.
“Peserta memang banyak yang lokal, tapi juga banyak dari luar daerah. Semua genre sepeda bisa ikut, sepeda lipat, road bike, fixie, dan lain-lain. Karena yang kita utamakan adalah kebersamaan,” jelas Munir.
Munir menjelaskan, rute Malang Bersepeda akan melewati sejumlah lokasi ikonik Kota Malang, seperti Balai Kota, Jalan Majapahit, Kayutangan Heritage, Ijen Boulevard, Simpang Balapan, dan PLN, sebelum menuju kawasan Kabupaten Malang seperti Pakis dan sekitar Bandara Abd. Saleh, lalu finis di Jalan Gajayana.
“Rute ini menunjukkan wajah Kota Malang yang indah dan cocok untuk bersepeda. Semua bisa ikut, baik pesepeda pemula maupun yang sudah sering ikut event besar,” katanya.
Sebagai bentuk apresiasi, panitia juga menyiapkan doorprize utama berupa sepeda motor dan hadiah menarik lainnya. Namun, peserta wajib melewati tiga titik pengecekan yaitu start, checkpoint di Indomaret sekitar Bandara Abd. Saleh, dan garis finis.
“Kalau satu titik saja tidak dilewati, peserta otomatis tidak bisa ikut undian doorprize. Semua titik nanti akan dipindai menggunakan barcode sebagai bukti keikutsertaan,” tutup Munir.



