5 Kafe Literasi dengan Perpustakaan/Ruang Baca di Kota Malang, Cocok buat Penggemar Buku

Ilustrasi: kafe dengan perpustakaan/ruang baca
Ilustrasi: kafe dengan perpustakaan/ruang baca

Malang, Blok-a.com – Di era digital yang serba cepat, budaya membaca buku fisik masih memiliki tempat istimewa di hati para pencinta literasi. Kafe-kafe dengan konsep perpustakaan atau ruang baca menjadi oase bagi mereka yang ingin menikmati buku sambil menyeruput kopi dalam suasana tenang dan nyaman.

Kota Malang, sebagai kota pelajar dengan atmosfer kreatif yang kental, menjadi rumah bagi berbagai kafe literasi yang tidak hanya menyediakan rak buku sebagai dekorasi, tetapi benar-benar menjadi ruang baca dan diskusi komunitas. Berikut lima kafe dengan perpustakaan atau ruang baca di Kota Malang yang wajib dikunjungi para penggemar buku.

1. Perpus Library Cafe

  • Alamat: Jl. Sulfat, Purwantoro, Kec. Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur 65122
  • Jam buka: Setiap hari, 07.00–21.00 WIB
  • Kontak: Instagram @perpus.cafe
  • Kisaran harga: Rp15.000–Rp30.000


Perpus Library Cafe adalah kafe literasi terbaru di Malang yang baru dibuka pada 24 Desember 2024. Kafe ini didirikan oleh Mulyani, seorang pegiat literasi yang memiliki misi untuk menghidupkan kembali budaya membaca di era digital.

Mengusung konsep perpustakaan modern yang berbeda dari kafe pada umumnya, Perpus Library Cafe menyediakan ratusan koleksi buku bacaan dari berbagai genre. Mulai dari buku nonfiksi seperti ensiklopedia, buku fiksi seperti novel dan komik, hingga buku bacaan anak-anak seperti buku dongeng. Semua koleksi buku ini dapat dibaca secara gratis oleh pengunjung.

Salah satu daya tariknya adalah suasana hening tanpa musik latar seperti kafe pada umumnya. Kondisi ini menjadikan Perpus Library Cafe cocok untuk mengerjakan tugas, membaca buku, belajar, hingga work from cafe (WFC). Area indoor dilengkapi AC, sementara area outdoor menghadap langsung ke jalan namun tetap sejuk karena dikelilingi pepohonan.

Fasilitasnya terbilang lengkap. Setiap meja dilengkapi colokan listrik, tersedia TV untuk pengunjung yang ingin mengadakan pertemuan atau kegiatan tertentu, serta toilet yang bersih dan terawat. Kamar mandi di kafe ini juga menyediakan berbagai perlengkapan tambahan seperti body lotion, kipas angin mini, sisir, parfum, serta tisu basah dan kering.

Meski masih baru, Perpus Library Cafe sudah aktif mengadakan kegiatan literasi. Dalam dua minggu pertama sejak dibuka, kafe ini telah menyelenggarakan empat kali diskusi dan bedah buku. Menu yang ditawarkan cukup lengkap, mulai dari makanan berat, camilan, hingga berbagai minuman kopi dan non-kopi.

2. Kafe Pustaka

  • Alamat: Jl. Pekalongan No. 1, Penanggungan, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65145
  • Jam buka: Senin–Sabtu, 08.00–22.30 WIB (Minggu tutup)
  • Kontak: Instagram @kafe.pustaka
  • Kisaran harga: Rp5.000–Rp25.000

Kafe Pustaka dikenal sebagai tempat legendaris bagi pegiat literasi di Malang. Ide awal pembentukan kafe ini berasal dari Prof. Dr. Djoko Saryono, M.Pd., Guru Besar Sastra Indonesia Universitas Negeri Malang (UM) yang juga merupakan seorang sastrawan dan pegiat literasi.

Kafe ini pertama kali beroperasi di lingkungan kampus UM sejak sembilan tahun lalu dengan mengusung tagline “Sembari Ngopi Membangun Literasi”.

Setelah sempat tutup dari lokasi lama di kampus UM pada Agustus 2024, Kafe Pustaka kembali hadir melalui “Reloaded Opening” pada 5 November 2024 di alamat barunya di Jl. Pekalongan No. 1. Kini, kafe ini dikelola oleh David Ardyanta.

Kafe Pustaka menjadi basecamp para sastrawan, akademisi, dan aktivis literasi di Malang. Konsepnya adalah ruang bebas untuk ‘mberot intelektual’—istilah yang dipopulerkan Prof. Djoko untuk menggambarkan kebebasan berpikir dan berkreasi tanpa batas.

Kafe ini menyediakan ruang gratis untuk berbagai komunitas yang ingin mengadakan diskusi, sarasehan, bedah buku, seminar, dan kegiatan literasi lainnya. Kafe Pustaka juga pernah menghadirkan tokoh-tokoh seperti sejarawan Peter Carey, Suciwati, dan Riwanto Tirtosudarmo.

Dengan harga menu yang terjangkau mulai dari Rp5.000, kafe ini menjadi pilihan mahasiswa dan pencinta buku. Selain menu kopi dan minuman lainnya, Kafe Pustaka juga menawarkan berbagai “menu intelektual” seperti santap gagasan, kudap buku, lahap isu, kenduri literasi, racik pustaka, seduh puitika, ngemil baca, dan ngemil nulis.

3. Oase Cafe & Literacy

  • Alamat: Jl. Joyo Utomo V, Merjosari, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65144
  • Jam buka: Senin–Kamis 10.00–02.00 WIB, Jumat 13.00–02.00 WIB, Sabtu–Minggu 10.00–02.00 WIB
  • Kontak: Instagram @oasecafeliteracy
  • Kisaran harga: Rp5.000–Rp25.000


Oase Cafe & Literacy merupakan salah satu episentrum gerakan literasi paling aktif di Kota Malang. Kafe ini didirikan pada 11 Januari 2017 oleh Al Muiz Liddinillah bersama Hafidz Fajri Ramadhan dan Mohammad Fauzan.

Dengan tagline “Temukan Jati Dirimu Disini”, Oase hadir sebagai ruang intelektual di tengah kota yang ramai namun minim ruang diskusi.

Latar belakang berdirinya Oase tidak lepas dari Komunitas Gubuk Tulis yang didirikan Al Muiz bersama Viki Maulana pada 4 Februari 2016. Semula, Gubuk Tulis adalah nama blog yang menampung tulisan mahasiswa, namun berkembang menjadi komunitas literasi yang aktif berdiskusi.

Kafe tiga lantai ini memiliki koleksi sekitar 150 buku dari berbagai genre yang dapat dibaca atau dibeli pengunjung. Koleksinya mencakup buku sastra, sosial, agama, hingga buku anak-anak. Lantai satu dan dua digunakan untuk nongkrong sambil membaca, sementara lantai tiga dengan rooftop menjadi tempat diskusi.

Oase Cafe dikenal sebagai ‘kafe pluralisme’ karena menjadi tempat berkumpul berbagai kalangan, mulai mahasiswa, akademisi, dosen, komunitas, organisasi kemahasiswaan, organisasi pemuda, organisasi daerah, hingga warga asing.

Kegiatan rutin di Oase cukup beragam, mulai dari Kelas Filsafat setiap Kamis, Kelas Purnama yang diadakan sebulan sekali pada tanggal 15 bulan Jawa, bedah buku, bedah film, sharing karya tulis, hingga dialog lintas iman. Oase juga pernah menghadirkan tokoh-tokoh seperti Gus Nadir, Candra Malik, Soesilo Toer, dan Sujiwo Tejo.

Lokasinya strategis, berhadapan langsung dengan Lapangan Sepak Bola Merjosari dan Taman Singha Merjosari, serta dekat dengan kampus UIN Maulana Malik Ibrahim, Universitas Brawijaya, dan Universitas Negeri Malang.

Selain sebagai kafe, Oase juga mengelola Toko Buku Oase, Oase Institute untuk penelitian dan pemberdayaan masyarakat, serta Oase Store untuk marketplace produk buku dan kriya.

4. Rumah Budaya Ratna

  • Alamat: Jl. Diponegoro No. 3, Klojen, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65111
  • Jam buka: Setiap hari, 11.00–22.00 WIB
  • Kontak: Instagram @rumahbudayaratna
  • Kisaran harga: Rp10.000–Rp25.000


Rumah Budaya Ratna (RBR) merupakan ruang budaya di pusat Kota Malang. Dulunya, tempat ini adalah rumah tinggal sastrawati Ratna Indraswari Ibrahim. Kini, rumah tersebut menjadi kafe sekaligus perpustakaan dan ruang seni yang diresmikan pada 24 Agustus 2024.

Ratna Indraswari Ibrahim adalah aktivis perempuan kelahiran Malang pada 24 April 1949. Ia dikenal sebagai penulis cerpen produktif dengan tokoh utama kebanyakan kaum perempuan. Selama hidupnya, ia menghasilkan sekitar 300 cerpen dan sejumlah novel yang diterbitkan di berbagai media massa.

Meski Ratna wafat pada 28 Maret 2011, semangatnya terus hidup melalui RBR yang dikelola Benny Ibrahim, adik bungsu Ratna. Tempat ini didirikan dengan misi non-profit untuk memajukan budaya dan literasi.

Berbeda dengan kafe pada umumnya, RBR memiliki nuansa rumahan. Pengunjung disambut rak-rak buku, meja kayu, serta kutipan sastra di dinding. Ruang belakang yang sebelumnya kamar pribadi Ratna kini menjadi ruang membaca dan berdiskusi, dengan jejak historis yang terlihat dari foto-foto perjalanan hidup Ratna.

Ratna juga dikenal memiliki kepedulian terhadap anak-anak disabilitas. Salah satu kisah yang dikenang adalah seorang mantan anak didik Ratna yang kini telah menulis enam novel.

RBR aktif mengadakan kegiatan budaya dan literasi, mulai bedah buku, latihan teater, pentas musik indie, diskusi budaya, kelas membaca, open mic puisi, hingga fashion show. Benny menyebut RBR sebagai ‘meet point’ bagi siapa saja yang mau berkegiatan.

Menu yang disediakan meliputi berbagai pilihan kopi seperti kopi tubruk, kopi susu, latte, dan cappuccino, serta minuman lainnya dengan harga Rp10.000–Rp25.000.

5. Pustakafe UM

  • Alamat: Jl. Cakrawala No. 5, Sumberjo, Sumbersari, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65145
  • Jam buka: Senin–Jumat 08.00–19.00 WIB, Sabtu 09.00–17.00 WIB (Minggu tutup)
  • Kontak: Instagram @pustakafeum
  • Kisaran harga: Rp10.000–Rp25.000

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Amara & Damar’s (@damara_story)

Pustakafe UM merupakan kafe perpustakaan yang berada di sudut Perpustakaan Universitas Negeri Malang. Dengan tagline “Your Study Companion”, kafe ini menjadi favorit mahasiswa UM dan pengunjung umum untuk mengerjakan tugas, belajar, atau sekadar bersantai.

Konsep Pustakafe menggabungkan coworking space dengan perpustakaan dalam satu ruangan. Layout kafe terbagi menjadi area indoor dan outdoor. Area indoor dilengkapi AC, sementara koleksi buku yang tersedia mencakup berbagai genre yang cocok untuk mahasiswa dan pengunjung umum.

Suasananya tenang tanpa musik, cocok untuk membaca atau bekerja dengan fokus (WFC). Banyak pengunjung menyebut vibes-nya mengingatkan pada kafe-kafe di Eropa—modern, minimalis, namun tetap hangat.

Menu yang ditawarkan berkualitas dengan harga terjangkau, berkisar Rp10.000–Rp25.000. Beberapa menu yang disebut menjadi favorit adalah filter coffee dan matcha latte. Untuk camilan, ada wonton chili oil dan berbagai pastries.

Fasilitasnya juga mendukung produktivitas, mulai colokan listrik di banyak sudut, WiFi gratis, area parkir memadai, hingga kebersihan toilet yang terjaga.

Kelima kafe literasi ini membuktikan bahwa membaca dan ngopi bisa berjalan beriringan. Dengan koleksi buku, suasana tenang, fasilitas lengkap, serta harga yang ramah di kantong, tempat-tempat ini menjadi pilihan bagi siapa saja yang ingin menghabiskan waktu produktif di Kota Malang. (mg3/gni)

Penulis: Dominikus Oktavianus Obi (Mahasiswa Magang UNITRI)