Disparbud Kabupaten Malang Lestarikan Sejarah Lewat Dongeng dan Buku

Salah satunya adalah dengan mendukung pelatihan mendongeng yang dilaksanakan oleh Sanggar Dongeng Kepompong.
Sanggar Dongeng Kepompong

Kabupaten Malang, blok-a.com – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang tengah mendorong usaha menggali dan melestarikan mendongeng dan budaya tutur. Salah satunya adalah dengan mendukung pelatihan mendongeng yang dilaksanakan oleh Sanggar Dongeng Kepompong.

Dalam gelaran pelatihan tersebut, Sanggar Dongeng Kepompong melatih 10 relawan yang tersebar di delapan kecamatan. Pelatihan diselenggarakan di Wisata Gentong Mas, Desa Sukolilo, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang.

Mereka berlatih membuat boneka kaus kaki dan mendongeng. Para peserta mempraktikkan mendongeng yang berisi detail-detail sejarah yang terjadi di Malang, di hadapan sekitar 50-an siswa Taman Kanak-kanak.

Kegiatan ini adalah salah satu bentuk melestarikan cerita sejarah yang mulai memudar. Terkait hal ini, Kepala Bidang Industri Kreatif, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang Anwar Supriyadi menyatakan apresiasinya.

Selain mendorong pelestarian sejarah lewat mendongeng dan budaya tutur, Anwar juga berharap sejarah setiap desa bisa ditulis dan dibukukan agar bisa diketahui khalayak.

Jika tidak didokumentasikan dan ditulis, dikhawatirkan sejarah desa akan hilang. Hal ini lantaran tak banyak desa memiliki catatan sejarah yang terdokumentasikan dalam bentuk buku.

“Baru empat kecamatan, Kecamatan Singosari, Tumpang, Pakis, dan Turen,” ujar Anwar dalam pelatihan yang dilaksanakan pada hari Minggu (7/7/2024). Sejauh ini, Kabupaten Malang belum membukukan sejarah desanya di 29 kecamatan lainnya.

Anwar mengatakan, tulisan atau buku sejarah desa bisa menjadi panduan untuk menyebarkan sejarah kepada anak usia dini. Saat ini anak-anak lebih mengenal superhero luar negeri namun mereka tidak mengenal pahlawan lokal atau sejarah daerah setempat.

Apalagi sejarah sebuah tempat bisa dikemas untuk keperluan pariwisata, dimana sejumlah desa di Kabupaten Malang sendiri telah berkembang menjadi desa wisata.

Pemandu wisata tersebut bisa menceritakan sejarah desanya kepada wisatawan, terutama untuk wisata minat khusus seperti wisata sejarah dan candi.

Dengan adanya seorang pemandu yang paham betul tentang sejarah di wilayahnya sendiri, makai a akan menjadi jujugan para wisatawan dengan minat khusus tersebut.

“Pemandu yang menguasai sejarah akan menjadi daya tarik wisatawan,” tutur Anwar.

Exit mobile version