Fakta Tersembunyi Eks Bioskop Kelud, Pernah Jadi Sekolah Kartini di Kota Malang

Fakta Tersembunyi Eks Bioskop Kelud, Pernah Jadi Sekolah Kartini di Kota Malang (blok-a/Bob Bimantara Leander)
Fakta Tersembunyi Eks Bioskop Kelud, Pernah Jadi Sekolah Kartini di Kota Malang (blok-a/Bob Bimantara Leander)

Kota Malang, blok-a.com – Jejak perjuangan emansipasi perempuan ala Raden Ajeng Kartini ternyata pernah hidup di Kota Malang lewat berdirinya Sekolah Kartini pada awal abad ke-20.

Sekolah khusus perempuan itu dikenal dengan nama Malangsche Kartinischool. Lembaga pendidikan ini mulai menerima murid pertama pada tahun 1915 dan menjadi salah satu simbol penting akses pendidikan bagi perempuan pribumi di masa itu.

Pemerhati sejarah Malang, Agung H Buana menjelaskan, sekolah tersebut didirikan oleh yayasan bernama Kartinifonds. Lokasinya berada di kawasan yang kini dikenal sebagai Bareng Kartini, tepatnya di sekitar Jalan Kelud atau lahan yang kini menjadi eks Bioskop Kelud.

“Sekolah Kartini ini dibuka tahun 1915 dan khusus diperuntukkan bagi perempuan pribumi,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).

Tak sekadar mengajarkan pelajaran umum, Sekolah Kartini juga membekali siswinya dengan keterampilan praktis. Mulai dari menjahit, menyulam, hingga memasak—kemampuan yang saat itu dianggap penting bagi perempuan.

Keberadaan sekolah ini tak lepas dari semangat perjuangan Kartini yang mendorong kesetaraan akses pendidikan. Saat itu, kesempatan belajar bagi perempuan jauh lebih terbatas dibandingkan laki-laki, sehingga kehadiran Sekolah Kartini menjadi terobosan penting.

Dalam perjalanannya, sekolah ini sempat berpindah lokasi. Dari kawasan Jalan Kelud, aktivitas pendidikan dipindahkan ke Jalan Kawi, yang kini menjadi area SDN Bareng 2.

Namun, usia Sekolah Kartini tak panjang. Saat pendudukan Jepang masuk ke Malang pada 8 Maret 1942, operasional sekolah terhenti. Banyak tenaga pengajar yang berasal dari Belanda ditahan, sehingga kegiatan belajar mengajar tidak bisa dilanjutkan.

“Masuknya Jepang menjadi akhir dari Sekolah Kartini, karena para guru ditahan,” tandas Agung.

Meski kini tak lagi berdiri, jejak Sekolah Kartini tetap menjadi bagian penting sejarah pendidikan perempuan di Kota Malang. (bob)